Saturday, April 24, 2010

Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Lawu 3265 DPL “Muncak Bareng SNIPER 08"


Hari -1 “Pre Mount”

Pendakian ini  sudah direncanaan sekitar 1 bulan sebelum hari H, planning awal adalah pendakian bareng dengan destiny ke Gunung Argopuro, tapi setelah di rembukin lagi sampai kepada keputusan ke Gunung Lawu.


Sembari menjalankan sisa sisa UTS (Ujian Tengah Semester), semua persiapan juga mulai dilaksanakan, dari mendata anak anak sniper yang akan ikut sampai kepada packing.
Pada waktu pendataan mountainer tak ada masalah disini, mungkin karena sudah memanfaatkan jejaring social “FACEBOOK”, pertama dengan membuat sebuah event yang bertajuk MUNCAK BARENG SNIPER 08 serasa kurang efektif lalu beralih bikin images layaknya sebuah pamplet, lalu di tag ke masing masing sniper, dan kemudian tinggal di data siapa yang akan berangkat. Setelah pendataan selesai,  di perkirakan sekitar 20 an anak-anak sniper yang positif ikut, dari analisis data ini diputuskan iuran perorangangnya 50rb. Uang ini digunakan untuk administrasi retribusi karcis dan pembelian logistic yang bisa dibilang mewah sekali, sampai sampai berkapasitas seperti warung burjo, mulai dari gula, sebanyak +2 kilo, snack yang begitu banyak, sossis, nugget, jelly drink, kopi, roti bakar, natad coco, melon, ayam bakar, permen, sampai ke pada sayur sayuran, pokonya lengkap.  (foto semua logistic sempat di abadikan oleh handityo eterna pada saat malam sebelum berangkat, tapi sayang paginya memory kamera Nikonnya itu di format, jadi lenyap sudah).
Setelah semua logistic sudah terasa lengkap, sore pada tanggal 15 Maret 2010 tepatnya setelah selesai melaksanakan ujian Jaringan Komputer, kami briefing dulu untuk memutuskan transportasi menuju lawu, dan akhirnya diputuskan via motor, briefing di pending sejenak, sampai malamnya setelah isya , semua anak anak sniper berkumpul di kosan wisma artha (kosannya fiqih, rio dan valent), sambil melanjutkan briefing lalu diteruskan dengan packing.
Di sela sela packing kami mebicarakan kembali transportasi ke lawu, dan akhirnya di putuskan dari jogja solo via motor dan solo-tawangmangu naek bis, dan tawangmanggu – basecamp cemoro kandang via angkot. Packing malam itu selesai sekitar jam 00.00, semua pada bubar dan istirahat.

Hari #1 “The Journey scene 1”
Pagi yang lumayan cerah tapi semakin siang semakin mendung, dalam perencanaan kami akan berangkat pagi hari, tapi sebagian anak-anak ada yang masih ujian mata kuliah Etika Profesi, terpaksa di undur selesai jumatan. Jam 13.00, sholat jumat selesai di tunaikan, sejam berlalu, anak anak belum pada datang, dan hujanpun mu lai turun di awali gerimis dan kemudian semakin lebat, jam 14.30, semua sudah pada ready, but masih ada kendala menunggu salah seorang teman yang belum datang. Sekitar jam 15.00, kami siap untuk berangkat.
Perjalanan kurang lebih 100 km pun kami tempuh dengan motor, jam 17.00, kami sampai di klaten, disini kami istirahat sejenak sekalian ambil peralatan berupa tenda sebanyak 4 tenda di “JERAM” (tempat peminjaman peralatan adventure). Dan tiba tiba motor Ali yang saya boncengi ternyata mengalami “musibah” (ban bocor), heee,. Dengn segera abang jampang bergerak mencari tambal ban, beberapa menit kemudian dia datang dan memberi kabar di dekat bang jo (lampu merah) ada tambal ban, saya dan Ali segera mendorong motor menuju TKP, sambil nunggu pak tukang tambal bekerja, perut mulai keeoncong protol, kebetulan di sebelahnya ada yang jual jagung bakar, saya dan ali  melangkah 5 meter ke timur dan segera memesan jagung+lemon tea (ternyata jagungnya murah juga, cm habis 3 rb , jagung 2 rb, dan lemon tea seribu, murah ya,. Heeee.  Yang jualan juga friendly “pantesan ja rame”). *learning : kalo mau pergi via motor nempuh jarak jauh ato bisa dibilang touring, sebaiknya di cek dulu semua kondisi motor termasuk kondisi ban (1), kalo mau jadi pedagang sebaiknya ramah dengan pembeli, hal ini dapat menarik konsumen biar bisa jadi pelanggan dan otomatis jualan kita banyak yang beli (2)* heeee
Azan magrib berkumandang, ban motor juga dah selesai di tambal, saya dan Ali, lansung menuju tempat anak anak beristirahat dan sedikit berunding perubahan planning yang mulanya naek motor hanya sampe Solo di ganti sampai basecamp, jam 18.30, kami meninggalkan Klaten dan menuju lansung ke basecamp, setelah sekitar 2 jam berjalan, tiba tiba ada masalah lagi dengan motornya Aulia, ban motornya gembos lagi, saya san abang jampang segera menuju arah utara dengan maksud mencari tambal ban, ternyata gak jauh dari tempat kami berhenti. Disini kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam , sembari istirahat dan berpoto poto ria. J

Kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp cemoro kandang, udara dingin mulai berasa, dan jalan yang meanjak terus kami hampiri , setelah sekitar 30 menit kami sampai di basecamp CEMORO KANDANG, suasana basecamp cukup damai, cuaca dingin disana ada 2 tim pendaki, satunya berjumlah 4 pendaki (gk tau dari mana), dan satunya lagi 6 pendaki  dari  anak anak Arsitek UII.
Kami beristirahat sejenak, sambil menyelesaikan administrasi dan retribusi pendakian, disini kami mengeluarkan uang kalo gk salah 240 rb, 5 rb untuk parkir motor dan 3 ribu untuk retribusi pendakian. Semua pada sibuk dengan persiapan perlengkapan dan packing , setelah semua selesai, kami mencari warung yang masih buka (kebetulan belum sempat makan malam) , ternyata warung yang di dekat basecamp cemoro kandang udah tutup, kami bergerak ke basecamp cemoro sewu dan disana masih banyak warung yang masih buka.
Pada umumnya anak- anak memesan nasi goreng dan kopi hangat (dengan harga standar nasgor 5rb dan kopi 3 rb), sembari menunggu makanan disajikan, semua pada melepaskan canda dan tawa tak henti hentinya, kebetulan banyak sekali topic yang menjadi bahan ketawa, terutama dari ide kreatifnya Doni) (hahahahha). Makanan datang, suasana yang heboh tadi berubah hening seketika dan melahap semua makanan.
Sekitar jam 11.30, kami selesai makan dan segera menuju basecamp dan lansung bersiap untuk melakukan perjalanan, di mulai dengan pemanasan lalu berdoa, dan di akhiri dengan berpoto bersama.

 

Hari #2 “The Journey scene 2”
Tepat jam 00.00 kami mulai melangkah perlahan dan menyusun strategi, Sandy dan Hari sebagai Leader dan Saya dan Bayu sebagai Sweaper. Awal awal perjalanan berjalan lancar, semakin banyak melangkah, tiba tiba Adjie mengalami mual (mungkin karena makanan tadi belum turun kali ya), dan sesekali berhenti.
Setelah 45 menit berjalan kami sampai di pos satu, semua pada istirahat sejenak, dan kebanyak anak anak udah pada mengantuk, tapi kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan lagi, kebetulan mual Adje sudah mulai hilang, sekitar 1 jam berjalan, saya dan bayu masih mengiringi adjie di belakang, bersama Obe (si photographer), disini kami menyempatkan mengabadikan perjalanan malam itu, dengan Kamera Obe (Kamera DSLR Olympus),
dan melanjutkan perjalanan , sampai lah di pos 2, sebagian dah pada mengantuk berat dan lansung menuju layak gubuk yang bisa di jadikan pelindung tidur tanpa harus mendirikan tenda. Saya, sandy, adjie , bayu, roby, rio, aul, nita dan hari masih ingin menikmati malam dengan membuat perapian dan mendirikan tenda.
Matahari mulai muncul di ufuk timur, ternyata sudah hampir jam lima, semua memutuskan untuk beristirahat. Jam 8 pagi anak anak sudah pada bangun, lansung menyiapkan makanan untuk sarapan, kami membuat sop+ nasi+nutri jell, nikmat terasa menikmati makanan bersama di alam bebas. Moment ini sempat di abadikan oleh Handityo pahe (si photograp dengan kamera DSLR NIKON).
Setelah sarapan kami bersiap packing dan melanjutkan perjalanan, sekitar jam 10 an kami mulai melangkah. Sesekali kami istirahat, dan menikmati sejuknya hutan dan pepohonan. Perjalan dan dari pos 2 ke pos 3 lumayan panjang, dan sebagian memilih jalan yang track (tanjakan), sebagian memilih jalan yang landai meskipun jalannya mutar. Sekitar jam 12.30, kami sampai di pos 3, suasana di pos 3 lumayan sejuk dan disini berdapat gubuk yang didirikan dengan seng berwarna orange. Kami istirahat, mencicipi nutrijel, snack, buah pir, dan minuman pepsi (sepertinya mewah sekali ya), dan tak ketinggal jemprat jemprat dari kamera obe dan kamera nita,
30 menit berlalu, kami mulai menjutkan perjalanan menuju pos 4, perjalanan di pos 4 cukup panjang dan lumayan ngetrack, di perjalanan ini kami bisa menikmati pemandangan alam yang begitu indah, melihat awan dan langit biru seolah olah berada satu horison dengan nya, dan damainya hijau pepohonan. Sekitar jam 3 an kami sampai di pos 4 meskipun sebagian anak anak sudah ada yang duluan menuju puncak. Dari pos 4 , pemandangannya begitu memukau, kami menyempatkan diri menikmatinya dengan befoto foto ria.




Hari serasa semakin sore, sekitar jam 4 kami melanjutkan perjalanan menuju hargo dalem, melangkah semakin dekat, dan terlihat sudah pucak gunung lawu, dari bawah kami melihat sebagian teman teman kami yang duluan tadi, ternyata mereka telah hampir sampai di puncak. Jam 5 an kami sampai di pertigaan ke hargo dalem ato ke puncak, istirahat sejenak sambil berdiskusi , apakah akan melanjutkan perjalanan ato mendirikan tenda terlebih dahulu di hargo dalem, wajah wajah letih terlihat di raut masing masing, mungkin termasuk saya. Dan keputusan memilih untuk muncak  dulu baru turun ke ngecamp. Disini saya menawarkan ganti carrier dengan Abang jampang, ternyata carrier yang di bawa beliau (carrier Ryan AA), terasa gk enak banget di pungung dan pundak, seolah olah membawa beban batu,, heee. Tetap semangat menuju puncak.





 

Matahari perlahan mulai tenggalam , warna ciri khas sunset itu mulai terlihat, kami semakin bergegas melangkah ke puncak, meskipun sudah terasa lelah. Setelah 30 menitan berjalan, akhirnya kami sampai di puncak lawu Hargo Dumillah, 3265 DPL, terlihat tugu yang lumaya cukup besar, sejenak menikmati sunset dan mengabadikan moment ini. Ketika saya datang, Sebagian anak anak sudah pada turun , saya bertanya kepada bayu , mau kemana, beliau menjawab, mencari tempat camp nanti keburu gelap. Saya masih berdiri di puncak itu sembari menunggu Aulia yang sedang packing baran bersama 3 rekan  lainya ( Rio, Obe, dan  Sukron). Hanya tinggal kami ber 4 di puncak, setelah Aulia selesai packing, kami lansung bergerak turun menuju Hargo Dalem. Dalam rencana sebelumnya kami akan ngecamp di hargo dalem, setelah sekitar 30 menit melankah dan sampai di Hargo dalem, ternyata anak anak yang lain gk ada disana, kami jadi bingung, dan mencoba untuk tenang serta beristirahat sejenak, kebetulan di Hargo dalem terdapat warungnya mbok yem. Lumayan rame ada rombongan anak UNS, kami bertanya kepada mbok yem , ada rombongan jogja mampir disini bu, ternyata gak ada. Kami semakin binggung, kemanakah teman teman yang lainya, mencoba untuk tenang dan memesan segelas teh hangat. Dan cahaya semakin gelap , gerimis datang, dan di iringi dengan kilat cuaca semakin dingin, kami berusaha mencari anak anak yang lain di  sekitar hargo dalam sambil berteriak “kick”, “sniper”, “jogja” tapi tak ada satu pun yang menjawab. Hujan mulai turun dan kilat semakin menjadi jadi, kami masuk ke dalam warung mbok yem dan menunggu hujan reda untuk mencari teman teman yang lainnya.
Kebetulan di dalam warung ada 2 pendaki dari Jakarta sedang makan di dekat kami, kami berkenalan, beliau bernama Guntur dan dan Naz Cholid. Kami bertanya kepada mereka, apakah ada tempat camp selain disini? Beliau menjawab, ada si sendang drajat. Dan kami berkesimpulan teman teman yang lain ngecamp disana tapi hujan dan kilat tak kunjung reda, dan kami masih menunggu, jika jam 8 belum juga reda maka kami berencana untuk mengecek ke sendang drajat. Sambil menunggu, perut terasa lapar, kami memesan nasi telor (5 ribuan dan teh hangat 2 rb). Kami masih melanjutkan cerita cerita dengan Guntur , dan tiba tiba salah satu anak UNS ikut gabung dengan obrolan kami, kebetulan beliau barusan dari sendang drajat ambil air, kami bertanya kepada beliua “apakah ada anak anak dari jogja di sendang derajat?” beliau menjawab, ada. Ohhh. Berarti benar, teman teman yang lain ada di sana. Kami memutuskan untuk segera menyusul kesana, tapi obe merasa pusing dan agak sakit kepala, dan kita tunda dulu melangkah, saya dan aulia berencana nyusul ke sendang drajat, sedangkan obe , rio dan sukron, nunggu di warung mbok yem. Hujan tak kunjung reda, saya juga baru ingat tukar carrier dengan abang jampang tadi, smua peralatan pribadi ada disana, rainc coat headlamp dan jacket. Yaudah kita mencoba nekat, dan tak lama kemudian, ada yang gedor-gedor pintu warung ternyata adalah bayu dan mas abdi (senior informatika). Dengan raut wajah emosi bayu melihat kepada kami, begitu juga mas abdi (stay cool), kami mencoba menjelaskan apa terjadi, dan akhirnya kami semua menuju ke sendang drajat dalam kondisi masih hujan.
Sekitar 20 menit berjalan sampai di sendang drajat, terlihat banyak tenda telah berdiri, tapi suansana udah pada sunyi (mungkin udah pada tidur), kami mendirikan 2 buah tenda, setelah berdiri, kami menyusun barang barang dan mencoba beristirahat. Saya terasa lelah dan mengantuk, mencoba untuk tidur dan anak2 yang lain ternyata pada bangun untuk memasak makanan, nasi goreng dengan ayam goreng. Dan setelah makan semua pada terdiam dan beristirahat, ternyata malam setelah hujan reda , ada hujan meteor, sayang kami melewatkan moment itu.


Hari #3 “The End”
Pagi yang cerah, matahari bersinar dengan sempurna, sayang sekali saya dan sebagian teman-teman gk bisa nikmati sunrise, “kesiangan”, pagi pagi kami mulai memasak untuk sarapan, semua logistic yang tersisa di habiskan semua, mulai , dari nugget, nasi, sosis, sayuran (menjadi cap cay), dan membuat sop buah. Di hari terakhir ini kami hanya menikmati suasana di sekitar tenda saja,  sekali kali ada pendaki yang datang dari arah jalur cemoro sewu, semakin siang semakin rame yang datang.
Kami menyempatkan berfoto foto dan bekomunikasi dengan senior yang kebetulan naek pada hari yang sama dengan jalur yang berbeda dari cemoro sewu, saya sempat menyapa dan bersalaman Aquila mayor angkatan 05 , cukup kenal dengan beliau, terasa gak enak hati tanpa menghampiri nya,  sedikit berbincang bincang di dekat tenda mereka, dan bertemu lagi dengan mas abdi, kemudian bang begang menghampiri dan bersalam dengan beliau, serta hanya memberi senyuman sambil menekuk kepala kepada senior lainnya, maklum dari rekan senior informatika hanya 3 orang itu yang saya kenal, heee. (gk aktif  di kegiatan kampus).  Ternyata yang naek bukan senior aja ada perwakilan dari setiap angkatan, mulai angkatan 03,05,06,08 mpe angkatan 09. Mereka berjumlah sekitar 10 pendaki. Setelah berbincang bincang dan masakan mereka sudah siap saji, saya kembali ke camp teman teman. Mencicipi masakan yang di buat oleh Bayu, sandy, nita, roby, arkham, rio, fiqih, jampang, dan teman teman yang lainnya. Makanan terasa nikmat sekali. Setelah kenyang, kami segera melipat tenda dan  bersiap packing.
Sekitar jam 12an kami selesai packing dan mulai pemanasan, sebelum berangkat saya dan obe sempat pamitan dengan Guntur dan  Naz Cholid kami saling bertukar no hp dan akun FB. Dan segera gabung pemanasan dengan anak anak, setelah pemanasan kami menyempatkan untuk foto bersama, kebetulan para rombongan senior juga bersiap untuk turun, kami meminta salah satu senior untuk mengambil fotonya. Hee. Thanks.
Jam 1 kami mulai melangkah turun melalui jalur cemoro sewu, di cemoro sewu jalurnya hanya bebatuan  dan telah di sediakan tangga (bersifat menanjak) sampe pos 3, dari pos 3 sampe basecamp kami melewati hutan hutan yang rindang, serta sedikit perkebunan penduduk dan juga pohon pinus. Dan sampai akhirnya saya bersama obe dan bayu meihat gapura yang menandakan akan sampi di basecamp cemoro sewu, Obe  segera berlari, saya dan bayu hanya berjalan dan serentak menginjakan batas gapura yang bertuliskan CEMORO KANDANG, terlihat anak anak yang udah nyampe duluan berisirahat duduk di tepi jalan sedang bercerita dan menunggu teman yang lain datang, tak lama kemudian, aulia datang, menyusul nita, sandy dan sukron, kemudian terakhir Roby.
Kami beristirahat di tepi jalan basecamp , dengan cuaca  yang begitu dingin sambil meneguk segelas teh hangat, sebagian ada yang menyempatkan diri untuk sholat, membeli stiker, dan sebagian lagi hanya duduk menikmati kelelahan. Setelah semuanya siap kami segera berjalan kaki menuju basecamp cemoro kandang, jarak dari cemoro sewu ke cemoro kandang sekitar 500 m, disini kami melewati jembatan yang ternyata adalah perbatasan antara JAWA TENGAH (kab. Karang anyar) dengan JAWA TIMUR (Kab. Magetan).
Sekitar jam 5 sore kami sampai di basecamp cemoro kandang, dan lansung bersiap pulang menuju jogja lagi.

2 comments:

faza said...

nice.........

Roceng said...

Wah wah wah.. baru kebaca ma ni tulisan..
gagagaga.
penuh kenangan daaahh

Labels

3D (2) Add new tag (1) Adventure (22) Agen Elpiji (2) AI (1) Akses (1) Alam (3) anggrek (1) Animasi (2) Apache (1) Argopuro (1) Aritmatika (1) Asal Usul (1) Asisten (3) Askes (1) ATM (1) Bahaya (1) Band (1) Bandung (1) Baseball (1) Berita Sijunjung (13) BKMN (1) Blender (2) Blog (8) Blog Kompetisi (1) Blog Kontes (2) Blog Tutorial (5) Blog Tuturial (1) Blog UII (5) Blogger (1) Bom (1) Bumi ku (10) Caleg (1) Candi (2) Catatan Perjalanan Pendakian (9) Cerita (1) CMS (2) Contoh CV (1) Cv (2) Daerah (1) Daftar Isi (1) Danau (1) Database (1) Design (1) Document (1) DPC (1) DPRD Sijunjung (1) DPW (1) Dream Theater (1) Earth (1) ebook (1) Elpiji (1) Energi (1) Event (2) Expedition (1) Facebook (7) Facebook Lite (1) Film (1) FTI (4) Gizi (1) Grafika Komputer (2) Gunung (7) Gunung Argopuro (1) Gunung Lawu (2) Gunung Merapi (1) Gunung Sindoro (2) Hadiah (1) Hotel (1) Inbapala (2) Indonesia (5) Info (4) Informatika (8) Informatika Uii 2008 (26) International (1) internet (1) ISP (1) Jakarta (1) Jambore (2) Jambu lipo (1) Jamkesmas (1) jaringan Komputer (1) Java (1) Java Programming (2) Jawa (2) Jejak Petualang (2) JP (2) JPI (3) Judul Judul Skripsi (1) Jump break (1) Kaba dari Sijunjung (39) Kabupaten Sijunjung (8) Kacang Ijo (1) Kalender Akademik (1) Kampus Idaman (2) Kantor (4) karet (1) Kawah Putih (1) Kec Lubuk tarok (1) Kecerdasan Buatan (2) kemiskinan (2) Kerajaan (1) Kerajaan Jambu Lipo (1) Keras (1) Kerja (4) Kerja Keras Adalah energi kita (2) Kesehatan (1) Key in (1) KHS (1) Kiprah (1) Kita (1) Kompetisi (1) komputer (1) Konsumsi (1) Kontes (2) kuliah (9) Kuningan (1) Lab. Sirkel (1) LAMPP (1) Lingkugnan (1) Lingkungan (4) Linux (4) Lomba (1) Lomba Blog (1) Lomba blog UII (1) Lowongan (1) Lubuk Tarok (1) Manusia (1) Membuat CV (1) Merapi (1) Miasma (1) Mongol (1) Mountainering (7) Muncak Bareng (1) Music (2) Music Qu (2) My Room (2) My Scull (4) MySQL (1) Nagari (1) Negri Qu (2) News (4) Ngalau (1) Office (3) OOP (1) Oracle (1) PAC (1) Pameran (1) Pantai (1) PBO (1) Pecinta alam (1) Pekerjaaan (1) Pekerjaan (3) Pembangunan (2) pemilu (1) Pemograman (7) Pemograman Berorientasi Objek (4) Pemograman Web (4) Pemogramman Berorientasi Objek (1) Pendakian (6) Pendidikan (1) Pengahargaan (1) Pengghargaan (3) Penghargaan (2) Pepmograman (1) Perekonomian (1) Perguruan Tinggi (2) Pertamina (1) Petualang (2) PNPM-MP (1) Praktikum (3) Programmer (4) Project (2) Pulau (1) Pulau Sempu (1) Rafting (2) Rakyat Miskin (1) Read More (2) Referensi Skripsi (1) Rekrutmen (3) Review (1) Riwayat Hidup (1) Rolling Stones (1) Room (2) Samsung Led TV (3) Samsung TV (2) Scriptmedia (5) Segara anakan (1) Sejarah (4) Sekolah (1) Semester 4 (1) Semester IV (2) Sempu (1) Seni (1) SEO (2) Server (1) Server. (1) Sijunjung (24) Sindoro (1) Sirkel (1) Sistem (1) Sistem Operasi (2) Sistem Transaksi ATM (1) Skripsi (1) SMA (3) SMA 1 Sijunjung (2) SMAN 1 Sijunjung (2) Sniper (2) SO (1) Style (1) Suku (1) Surat (1) Surat Lamaran (1) Susu (1) Tamparungo (1) Tanaman Hias (7) Tanaman Langka (1) Tema (1) Temanggung (1) Themes (1) Tips (15) Trans 7 (1) Trik (3) Tugas (2) Tutorial (25) Tutorial blog (6) Twitter (1) Ubuntu (3) Uii (16) Unisys (1) Universitas Islam Indonesia (6) vanda sumatrana (1) Wanusa (1) Web (3) WEB 2009 (1) Website (9) Website Sijunjung (1) Widget (1) Wiki (1) Wisata (4) Wisata jumprit (1) Wisata Religi (1) Wordpress (6) Work (1) XAMPP (1)