Friday, October 31, 2008

Indonesia Dalam Jeritan Perjalanan Menuju puncak kemerdekaan

a href="http://www.friendster.com/photos/59988418/1/956018012"img src="http://photos.friendster.com/photos/81/48/59988418/1_956018012l.jpg" border="0"//abr /blockquoteAhhhh, di suruh bikin tugas lagi ma pak sukirno , kuliah pancasila dy, article ini membahas tentang suasana menjelang kemerdekan Indonesia.br //blockquotebr /Hari ini adalah hari dimana Indonesia telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam semua bidang, Hari ini juga Indonesia telah memiliki kepala 6 maksud kepala 6 disini Indonesia telah menanjak ke umur 60 an, tepatnya 63 tahun 2 bulan dan 3 hari, kepala 6 juga bisa diartikan Indonesia telah di kepalai oleh 6 orang yang berjiwa besar dan berani memimpin negara ini meski sampai sekarang Indonesia masih jauh ketinggalan dari Negara Negara tetangga, tapi ku ucapkan beribu salute dan terima kasih kepada presiden yang telah menjabat terutama sang proklamator Bung Karno, br /br /Berbicara tentang proklamator, jadi teringat tahun 40an. Sedikit kita balik ke masa lampau, sebagian pasti sudah mengetahui gimana Indonesia sampai kepada puncak kemerdekaan dan memproklamirkan proklamasi oleh sang prolamator. Tapi meski sudah banyak yang telah mengetahuinya, ada baiknya juga kita mengulas kembali gimana suasana dan peristiwa Detik-Detik Menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945 , siapa tahu ada yang terlupa. Kita sebagai anak muda yang merupakan generasi penerus Bangsa Indonesia sekiranya wajib mengetahui hal yang penting ini. Orang berkata “masa lalu adalah cerminan dari masa kini dan masa kini adalah cerminan dari masa depan”.br /br /Pada tahun 1941 pertengahan tahun 1942, dimana penjajah bangsa Belanda yang sudah berabad abad menguasai bumi pertiwi ini dan akhirnya takluk dengan bangsa Jepang yang menguasai Republik Indonesia selama 3,5 tahun dan akhirnya pada tahun 1945 Jepangpun kalah dengan pasukan sekutu, tanggal 6 Agustus 1945 pukul 08.15, bom atom pertama dijatuhkan di Hiroshima, menyebabkan lebih 70 ribu orang dari kota yang berpenduduk 350 ribu jiwa tewas seketika. Tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan ke Nagasaki. Sepertiga kota itu hancur dan tidak kurang 75 ribu orang tewas. Kaisar Hirohito menganggap Jepang sudah tidak mungkin lagi meneruskan peperangan dan kemudian memaklumatkan kekalahannya “menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Menyerahnya Jepang hampir tidak diketahui rakyat di Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, rakyat buta terhadap berita-berita luar negeri. Semua radio disegel. Mereka yang ketahuan mendengarkan siaran radio musuh sangat besar risikonya: ditangkap Kempetai (polisi milter Jepang) dan dituduh mata-mata musuh. Tuduhan yang bisa membawa kematian orang bersangkutan. Catatan dari seorang pimpinan Barisan Pelopor (Korps Pionir) tentang situasi akhir 1944. Setiap hari tampak hilir mudik mayat-mayat berjalan (tinggal kulit pembungkus tulang). Tubuh mayit berjalan itu penuh kutu di bajunya yang compang-camping. Baju yang terbuat dari bahan karung goni, tali rami, atau karet. Mayit-mayit manusia itu ada di mana-mana, di lubang perlindungan, di kuburan Cina, juga di tempat-tempat pembuangan sampah. Tergolek lemah tanpa daya. Ketika Jepang bertekuk lutut, yang mendengar kekalahan itu antara lain Sutan Sjahrir. Ia dikenal sebagai tokoh anti-Jepang yang bekerja di bawah tanah dan selalu mendengarkan siaran radio gelap. Pemuda Minang bertubuh kecil ini kemudian span class="fullpost"menyebarkan berita kekalahan Jepang itu kepada para pemuda. Para pemuda pun mendesak Bung Karno agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Sebelum proklamasi di proklamirkan ada berberapa peristiwa yang terjadi.br /br /Berikut fakta sejarah yang terjadi menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diperoleh dari berbagai rangkuman sumber sejarah Bangsa Indonesia antara lain dari : Sekretariat Negara RI Wikipedia ) :br /br /Pertama yang terjadi adalah :br /Perdebatan Antara Golongan Tua Golongan Mudabr /Proklamasi, ternyata didahului oleh perdebatan hebat antara golongan pemuda dengan golongan tua. Baik golongan tua maupun golongan muda, sesungguhnya sama-sama menginginkan secepatnya dilakukan Proklamasi Kemerdekaan dalam suasana kekosongan kekuasaan dari tangan pemerintah Jepang. Hanya saja, mengenai cara melaksanakan proklamasi itu terdapat perbedaan pendapat. Golongan tua, sesuai dengan perhitungan politiknya, berpendapat bahwa Indonesia dapat merdeka tanpa pertumpahan darah, jika tetap bekerjasama dengan Jepang.br /Karena itu, untuk memproklamasikan kemerdekaan, diperlukan suatu revolusi yang terorganisir. Soekarno dan Hatta, dua tokoh golongan tua, bermaksud membicarakan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( PPKI ). Dengan cara itu, pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan tidak menyimpang dari ketentuan pemerintah Jepang. Sikap inilah yang tidak disetujui oleh golongan pemuda. Mereka menganggap, bahwa PPKI adalah badan buatan Jepang. Sebaliknya, golongan pemuda menghendaki terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan itu, dengan kekuatan sendiri. Lepas sama sekali dari campur tangan pemerintah Jepang. Perbedaan pendapat ini, mengakibatkan penekanan-penekanan golongan pemuda kepada golongan tua yang mendorong mereka melakukan “aksi penculikan” terhadap diri Soekarno-Hatta ( lihat Marwati Djoened Poesponegoro, ed. 1984:77-81 )br /Tanggal 15 Agustus 1945, kira-kira pukul 22.00, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, tempat kediaman Bung Karno, berlangsung perdebatan serius antara sekelompok pemuda dengan Bung Karno mengenai Proklamasi Kemerdekaan sebagaimana dilukiskan Lasmidjah Hardi ( 1984:58 ); Ahmad Soebardjo ( 1978:85-87 ) sebagai berikut:br /” Sekarang Bung, sekarang! malam ini juga kita kobarkan revolusi !” kata Chaerul Saleh dengan meyakinkan Bung Karno bahwa ribuan pasukan bersenjata sudah siap mengepung kota dengan maksud mengusir tentara Jepang. ” Kita harus segera merebut kekuasaan !” tukas Sukarni berapi-api. ” Kami sudah siap mempertaruhkan jiwa kami !” seru mereka bersahutan. Wikana malah berani mengancam Soekarno dengan pernyataan; ” Jika Bung Karno tidak mengeluarkan pengumuman pada malam ini juga, akan berakibat terjadinya suatu pertumpahan darah dan pembunuhan besar-besaran esok hari .”br /Mendengar kata-kata ancaman seperti itu, Soekarno naik darah dan berdiri menuju Wikana sambil berkata: ” Ini batang leherku, seretlah saya ke pojok itu dan potonglah leherku malam ini juga! Kamu tidak usah menunggu esok hari !”. Hatta kemudian memperingatkan Wikana; “… Jepang adalah masa silam. Kita sekarang harus menghadapi Belanda yang akan berusaha untuk kembali menjadi tuan di negeri kita ini. Jika saudara tidak setuju dengan apa yang telah saya katakan, dan mengira bahwa saudara telah siap dan sanggup untuk memproklamasikan kemerdekaan, mengapa saudara tidak memproklamasikan kemerdekaan itu sendiri ? Mengapa meminta Soekarno untuk melakukan hal itu ?”br /Namun, para pemuda terus mendesak; ” apakah kita harus menunggu hingga kemerdekaan itu diberikan kepada kita sebagai hadiah, walaupun Jepang sendiri telah menyerah dan telah takluk dalam ‘Perang Sucinya ‘!”. ” Mengapa bukan rakyat itu sendiri yang memprokla¬masikan kemerdekaannya ? Mengapa bukan kita yang menyata¬kan kemerdekaan kita sendiri, sebagai suatu bangsa ?”. Dengan lirih, setelah amarahnya reda, Soekarno berkata; “… kekuatan yang segelintir ini tidak cukup untuk melawan kekuatan bersenjata dan kesiapan total tentara Jepang! Coba, apa yang bisa kau perlihatkan kepada saya ? Mana bukti kekuatan yang diperhitungkan itu ? Apa tindakan bagian keamananmu untuk menyelamatkan perempuan dan anak-anak ? Bagaimana cara mempertahankan kemerdekaan setelah diproklamasikan ? Kita tidak akan mendapat bantuan dari Jepang atau Sekutu. Coba bayangkan, bagaimana kita akan tegak di atas kekuatan sendiri “. Demikian jawab Bung Karno dengan tenang.br /Para pemuda, tetap menuntut agar Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan. Namun, kedua tokoh itu pun, tetap pada pendiriannya semula. Setelah berulangkali didesak oleh para pemuda, Bung Karno menjawab bahwa ia tidak bisa memutuskannya sendiri, ia harus berunding dengan para tokoh lainnya. Utusan pemuda mempersilahkan Bung Karno untuk berunding. Para tokoh yang hadir pada waktu itu antara lain, Mohammad Hatta, Soebardjo, Iwa Kusumasomantri, Djojopranoto, dan Sudiro. Tidak lama kemudian, Hatta menyampaikan keputusan, bahwa usul para pemuda tidak dapat diterima dengan alasan kurang perhitungan serta kemungkinan timbulnya banyak korban jiwa dan harta. Mendengar penjelasan Hatta, para pemuda nampak tidak puas. Mereka mengambil kesimpulan yang menyimpang; menculik Bung Karno dan Bung Hatta dengan maksud menyingkirkan kedua tokoh itu dari pengaruh Jepang.br /Pukul 04.00 dinihari, tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta oleh sekelompok pemuda dibawa ke Rengasdengklok. Aksi “penculikan” itu sangat mengecewakan Bung Karno, sebagaimana dikemukakan Lasmidjah Hardi ( 1984:60 ). Bung Karno marah dan kecewa, terutama karena para pemuda tidak mau mendengarkan pertimbangannya yang sehat. Mereka menganggap perbuatannya itu sebagai tindakan patriotik. Namun, melihat keadaan dan situasi yang panas, Bung Karno tidak mempunyai pilihan lain, kecuali mengikuti kehendak para pemuda untuk dibawa ke tempat yang mereka tentukan. Fatmawati istrinya, dan Guntur yang pada waktu itu belum berumur satu tahun, ia ikut sertakan.br /Rengasdengklok kota kecil dekat Karawang dipilih oleh para pemuda untuk mengamankan Soekarno-Hatta dengan perhitungan militer; antara anggota PETA ( Pembela Tanah Air ) Daidan Purwakarta dengan Daidan Jakarta telah terjalin hubungan erat sejak mereka mengadakan latihan bersama-sama. Di samping itu, Rengasdengklok letaknya terpencil sekitar 15 km. dari Kedunggede Karawang. Dengan demikian, deteksi dengan mudah dilakukan terhadap setiap gerakan tentara Jepang yang mendekati Rengasdengklok, baik yang datang dari arah Jakarta maupun dari arah Bandung atau Jawa Tengah.br /Sehari penuh, Soekarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Maksud para pemuda untuk menekan mereka, supaya segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan terlepas dari segala kaitan dengan Jepang, rupa-rupanya tidak membuahkan hasil. Agaknya keduanya memiliki wibawa yang cukup besar. Para pemuda yang membawanya ke Rengasdengklok, segan untuk melakukan penekanan terhadap keduanya. Sukarni dan kawan-kawannya, hanya dapat mendesak Soekarno-Hatta untuk menyatakan proklamasi secepatnya seperti yang telah direncanakan oleh para pemuda di Jakarta . Akan tetapi, Soekarno-Hatta tidak mau didesak begitu saja. Keduanya, tetap berpegang teguh pada perhitungan dan rencana mereka sendiri. Di sebuah pondok bambu berbentuk panggung di tengah persawahan Rengasdengklok, siang itu terjadi perdebatan panas; ” Revolusi berada di tangan kami sekarang dan kami memerintahkan Bung, kalau Bung tidak memulai revolusi malam ini, lalu …”. ” Lalu apa ?” teriak Bung Karno sambil beranjak dari kursinya, dengan kemarahan yang menyala-nyala. Semua terkejut, tidak seorang pun yang bergerak atau berbicara.br /Waktu suasana tenang kembali. Setelah Bung Karno duduk. Dengan suara rendah ia mulai berbicara; ” Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17 “. ” Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16 ?” tanya Sukarni. ” Saya seorang yang percaya pada mistik”. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Al-Qur’an diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia “. Demikianlah antara lain dialog antara Bung Karno dengan para pemuda di Rengasdengklok sebagaimana ditulis Lasmidjah Hardi ( 1984:61 ).br /Sementara itu, di Jakarta, antara Mr. Ahmad Soebardjo dari golongan tua dengan Wikana dari golongan muda membicarakan kemerdekaan yang harus dilaksanakan di Jakarta . Laksamana Tadashi Maeda, bersedia untuk menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya. Berdasarkan kesepakatan itu, Jusuf Kunto dari pihak pemuda, hari itu juga mengantar Ahmad Soebardjo bersama sekretaris pribadinya, Sudiro, ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan Hatta. Rombongan penjemput tiba di Rengasdengklok sekitar pukul 17.00. Ahmad Soebardjo memberikan jaminan, bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945, selambat-lambatnya pukul 12.00. Dengan jaminan itu, komandan kompi PETA setempat, Cudanco Soebeno, bersedia melepaskan Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta ( Marwati Djoened Poesponegoro, ed. 1984:82-83 ).br /Merumuskan Teks Proklamasi Kemerdekaanbr /Rombongan Soekarno-Hatta tiba di Jakarta sekitar pukul 23.00. Langsung menuju rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol No.1, setelah lebih dahulu menurunkan Fatmawati dan putranya di rumah Soekarno. Rumah Laksamada Maeda, dipilih sebagai tempat penyusunan teks Proklamasi karena sikap Maeda sendiri yang memberikan jaminan keselamatan pada Bung Karno dan tokoh-tokoh lainnya. De Graff yang dikutip Soebardjo ( 1978:60-61 ) melukiskan sikap Maeda seperti ini. Sikap dari Maeda tentunya memberi kesan aneh bagi orang-orang Indonesia itu, karena perwira Angkatan Laut ini selalu berhubungan dengan rakyat Indonesia.br /Sebagai seorang perwira Angkatan Laut yang telah melihat lebih banyak dunia ini dari rata-rata seorang perwira Angkatan Darat , ia mempunyai pandangan yang lebih tepat tentang keadaan dari orang-orang militer yang agak sempit pikirannya. Ia dapat berbicara dalam beberapa bahasa. Ia adalah pejabat yang bertanggungjawab atas Bukanfu di Batavia; kantor pembelian Angkatan Laut di Indonesia. Ia tidak khusus membatasi diri hanya pada tugas-tugas militernya saja, tetapi agar dirinya dapat terbiasa dengan suasana di Jawa , ia membentuk suatu kantor penerangan bagi dirinya di tempat yang sama yang pimpinannya dipercayakan kepada Soebardjo. Melalui kantor inilah, yang menuntut biaya yang tidak sedikit baginya, ia mendapatkan pengertian tentang masalah-masalah di Jawa lebih baik dari yang didapatnya dari buletin-buletin resmi Angkatan Darat. Terlebih-lebih ia memberanikan diri untuk mendirikan asrama-asrama bagi nasionalis-nasionalis muda Indonesia . Pemimpin-pemimpin terkemuka, diperbantukan sebagai guru-guru untuk mengajar di asrama itu. Doktrin-doktrin yang agak radikal dipropagandakan. Lebih lincah dari orang-orang militer, ia berhasil mengambil hati dari banyak nasionalis yang tahu pasti bahwa keluhan-keluhan dan keberatan-keberatan mereka selalu bisa dinyatakan kepada Maeda. Sikap Maeda seperti inilah yang memberikan keleluasaan kepada para tokoh nasionalis untuk melakukan aktivitas yang maha penting bagi masa depan bangsanya.br /Malam itu, dari rumah Laksamana Maeda, Soekarno dan Hatta ditemani Laksamana Maeda menemui Somobuco ( kepala pemerintahan umum ), Mayor Jenderal Nishimura, untuk menjajagi sikapnya mengenai pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan. Nishimura mengatakan bahwa karena Jepang sudah menyatakan menyerah kepada Sekutu, maka berlaku ketentuan bahwa tentara Jepang tidak diperbolehkan lagi mengubah status quo . Tentara Jepang diharuskan tunduk kepada perintah tentara Sekutu. Berdasarkan garis kebi ¬ jakan itu, Nishimura melarang Soekarno-Hatta mengadakan rapat PPKI dalam rangka pelaksanaan Proklamasi Kemerde ¬ kaan. Melihat kenyataan ini, Soekarno-Hatta sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada gunanya lagi untuk membicara¬kan soal kemerdekaan Indonesia dengan Jepang. Mereka hanya berharap agar pihak Jepang tidak menghalang-ha ¬ langi pelaksanaan proklamasi kemerdekaan oleh rakyat Indonesia sendiri ( Hatta, 1970:54-55 ).br /Setelah pertemuan itu, Soekarno dan Hatta kembali ke rumah Laksamana Maeda. Di ruang makan rumah Laksamana Maeda itu dirumuskan teks proklamasi kemerdekaan. Maeda, sebagai tuan rumah, mengundurkan diri ke kamar tidurnya di lantai dua ketika peristiwa bersejarah itu berlangsung. Miyoshi, orang kepercayaan Nishimura, bersama Sukarni, Sudiro, dan B.M. Diah menyaksikan Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo membahas rumusan teks Proklamasi. Sedangkan tokoh-tokoh lainnya, baik dari golongan tua maupun dari golongan pemuda, menunggu di serambi muka.br /Menurut Soebardjo ( 1978:109 ) di ruang makan rumah Laksamana Maeda menjelang tengah malam, rumusan teks Proklamasi yang akan dibacakan esok harinya disusun. Soekarno menuliskan konsep proklamasi pada secarik kertas. Hatta dan Ahmad Soebardjo menyumbangkan pikirannya secara lisan. Kalimat pertama dari teks Proklamasi merupakan saran Ahmad Soebardjo yang diambil dari rumusan Dokuritsu Junbi Cosakai , sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran Mohammad Hatta. Hatta menganggap kalimat pertama hanyalah merupakan pernyataan dari kemauan bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri, menurut pendapatnya perlu ditambahkan pernyataan mengenai pengalihan kekuasaan ( transfer of sovereignty ). Maka dihasilkanlah rumusan terakhir dari teks proklamasi itu.br /Setelah kelompok yang menyendiri di ruang makan itu selesai merumuskan teks Proklamasi, kemudian mereka menuju serambi muka untuk menemui hadirin yang berkumpul di ruangan itu. Saat itu, dinihari menjelang subuh. Jam menunjukkan pukul 04.00, Soekarno mulai membuka pertemuan itu dengan membacakan rumusan teks Proklamasi yang masih merupakan konsep. Soebardjo ( 1978:109-110 ) melukiskan suasana ketika itu: “ Sementara teks Proklamasi ditik, kami menggunakan kesempatan untuk mengambil makanan dan minuman dari ruang dapur, yang telah disiapkan sebelumnya oleh tuan rumah kami yang telah pergi ke kamar tidurnya di tingkat atas. Kami belum makan apa-apa, ketika meninggalkan Rengasdengklok. Bulan itu adalah bulan suci Ramadhan dan waktu hampir habis untuk makan sahur, makan terakhir sebelum sembahyang subuh. Setelah kami terima kembali teks yang telah ditik, kami semuanya menuju ke ruang besar di bagian depan rumah. Semua orang berdiri dan tidak ada kursi di dalam ruangan. Saya bercampur dengan beberapa anggota Panitia di tengah-tengah ruangan. Sukarni berdiri di samping saya. Hatta berdiri mendampingi Sukarno menghadap para hadirin . Waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi tanggal 17 Agustus 1945, pada saat Soekarno membuka pertemuan dini hari itu dengan beberapa patah kata.br /“Keadaan yang mendesak telah memaksa kita semua mempercepat pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan. Rancangan teks telah siap dibacakan di hadapan saudara-saudara dan saya harapkan benar bahwa saudara-saudara sekalian dapat menyetujuinya sehingga kita dapat berjalan terus dan menyelesaikan pekerjaan kita sebelum fajar menyingsing“. Kepada mereka yang hadir, Soekarno menyarankan agar bersama-sama menandatangani naskah proklamasi selaku wakil-wakil bangsa Indonesia . Saran itu diperkuat oleh Mohammad Hatta dengan mengambil contoh pada “Declaration of Independence ” Amerika Serikat. Usul itu ditentang oleh pihak pemuda yang tidak setuju kalau tokoh-tokoh golongan tua yang disebutnya “budak-budak Jepang” turut menandatangani naskah proklamasi. Sukarni mengusulkan agar penandatangan naskah proklamasi itu cukup dua orang saja, yakni Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia . Usul Sukarni itu diterima oleh hadirin.br /Naskah yang sudah diketik oleh Sajuti Melik, segera ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta. Persoalan timbul mengenai bagaimana Proklamasi itu harus diumumkan kepada rakyat di seluruh Indonesia , dan juga ke seluruh pelosok dunia. Di mana dan dengan cara bagaimana hal ini harus diselenggarakan? Menurut Soebardjo ( 1978:113 ), Sukarni kemudian memberitahukan bahwa rakyat Jakarta dan sekitarnya, telah diserukan untuk datang berbondong-bondong ke lapangan IKADA pada tanggal 17 Agustus untuk mendengarkan Proklamasi Kemerdekaan. Akan tetapi Soekarno menolak saran Sukarni. ” Tidak ,” kata Soekarno, ” lebih baik dilakukan di tempat kediaman saya di Pegangsaan Timur. Pekarangan di depan rumah cukup luas untuk ratusan orang. Untuk apa kita harus memancing-mancing insiden ? Lapangan IKADA adalah lapangan umum. Suatu rapat umum, tanpa diatur sebelumnya dengan penguasa-penguasa militer, mungkin akan menimbulkan salah faham. Suatu bentrokan kekerasan antara rakyat dan penguasa militer yang akan membubarkan rapat umum tersebut, mungkin akan terjadi. Karena itu, saya minta saudara sekalian untuk hadir di Pegangsaan Timur 56 sekitar pukul 10.00 pagi .” Demikianlah keputusan terakhir dari pertemuan itu.br /Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesiabr /Hari Jumat di bulan Ramadhan, pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur. Embun pagi masih menggelantung di tepian daun. Para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Mereka, telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi. Bung Hatta sempat berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor-kantor berita, untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia ( Hatta, 1970:53 ).br /Menjelang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56 cukup sibuk. Wakil Walikota, Soewirjo, memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti mikrofon dan beberapa pengeras suara. Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud untuk mempersiapkan satu tiang bendera. Karena situasi yang tegang, Suhud tidak ingat bahwa di depan rumah Soekarno itu, masih ada dua tiang bendera dari besi yang tidak digunakan. Malahan ia mencari sebatang bambu yang berada di belakang rumah. Bambu itu dibersihkan dan diberi tali. Lalu ditanam beberapa langkah saja dari teras rumah. Bendera yang dijahit dengan tangan oleh Nyonya Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar, karena kainnya berukuran tidak sempurna. Memang, kain itu awalnya tidak disiapkan untuk bendera.br /Sementara itu, rakyat yang telah mengetahui akan dilaksanakan Proklamasi Kemerdekaan telah berkumpul. Rumah Soekarno telah dipadati oleh sejumlah massa pemuda dan rakyat yang berbaris teratur. Beberapa orang tampak gelisah, khawatir akan adanya pengacauan dari pihak Jepang. Matahari semakin tinggi, Proklamasi belum juga dimulai. Waktu itu Soekarno terserang sakit, malamnya panas dingin terus menerus dan baru tidur setelah selesai merumuskan teks Proklamasi. Para undangan telah banyak berdatangan, rakyat yang telah menunggu sejak pagi, mulai tidak sabar lagi. Mereka yang diliputi suasana tegang berkeinginan keras agar Proklamasi segera dilakukan. Para pemuda yang tidak sabar, mulai mendesak Bung Karno untuk segera membacakan teks Proklamasi. Namun, Bung Karno tidak mau membacakan teks Proklamasi tanpa kehadiran Mohammad Hatta. Lima menit sebelum acara dimulai, Mohammad Hatta datang dengan pakaian putih-putih dan langsung menuju kamar Soekarno. Sambil menyambut kedatangan Mohammad Hatta, Bung Karno bangkit dari tempat tidurnya, lalu berpakaian. Ia juga mengenakan stelan putih-putih. Kemudian keduanya menuju tempat upacara.br /Marwati Djoened Poesponegoro ( 1984:92-94 ) melukiskan upacara pembacaan teks Proklamasi itu. Upacara itu berlangsung sederhana saja. Tanpa protokol. Latief Hendraningrat, salah seorang anggota PETA, segera memberi aba-aba kepada seluruh barisan pemuda yang telah menunggu sejak pagi untuk berdiri. Serentak semua berdiri tegak dengan sikap sempurna. Latief kemudian mempersilahkan Soekarno dan Mohammad Hatta maju beberapa langkah mendekati mikrofon. Dengan suara mantap dan jelas, Soekarno mengucapkan pidato pendahuluan singkat sebelum membacakan teks proklamasi.br / br /“Saudara-saudara sekalian ! saya telah minta saudara hadir di sini, untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya ada turunnya. Tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam jaman Jepang ini tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri. Tetap kita percaya pada kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia , permusyawaratan itu seia-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.br /Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah Proklamasi kami: PROKLAMASI; Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia . Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta , 17 Agustus 1945. Atas nama bangsa Indonesia Soekarno/Hatta.br /Demikianlah saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka. Negara Republik Indonesia merdeka, kekal, dan abadi. Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu“. ( Koesnodiprojo, 1951 ).br /Acara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Soekarno dan Hatta maju beberapa langkah menuruni anak tangga terakhir dari serambi muka, lebih kurang dua meter di depan tiang. Ketika S. K. Trimurti diminta maju untuk mengibarkan bendera, dia menolak: ” lebih baik seorang prajurit ,” katanya. Tanpa ada yang menyuruh, Latief Hendraningrat yang berseragam PETA berwarna hijau dekil maju ke dekat tiang bendera. S. Suhud mengambil bendera dari atas baki yang telah disediakan dan mengikatnya pada tali dibantu oleh Latief Hendraningrat.br / br /Bendera dinaikkan perlahan-lahan. Tanpa ada yang memimpin, para hadirin dengan spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dikerek dengan lambat sekali, untuk menyesuaikan dengan irama lagu Indonesia Raya yang cukup panjang. Seusai pengibaran bendera, dilanjutkan dengan pidato sambutan dari Walikota Soewirjo dan dr. Muwardi.br /Setelah upacara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, Lasmidjah Hardi ( 1984:77 ) mengemukakan bahwa ada sepasukan barisan pelopor yang berjumlah kurang lebih 100 orang di bawah pimpinan S. Brata, memasuki halaman rumah Soekarno. Mereka datang terlambat. Dengan suara lantang penuh kecewa S. Brata meminta agar Bung Karno membacakan Proklamasi sekali lagi. Mendengar teriakan itu Bung Karno tidak sampai hati, ia keluar dari kamarnya. Di depan corong mikrofon ia menjelaskan bahwa Proklamasi hanya diucapkan satu kali dan berlaku untuk selama-lamanya. Mendengar keterangan itu Brata belum merasa puas, ia meminta agar Bung Karno memberi amanat singkat. Kali ini permintaannya dipenuhi. Selesai upacara itu rakyat masih belum mau beranjak, beberapa anggota Barisan Pelopor masih duduk-duduk bergerombol di depan kamar Bung Karno.br /Tidak lama setelah Bung Hatta pulang, menurut Lasmidjah Hardi (1984:79) datang tiga orang pembesar Jepang. Mereka diperintahkan menunggu di ruang belakang, tanpa diberi kursi. Sudiro sudah dapat menerka, untuk apa mereka datang. Para anggota Barisan Pelopor mulai mengepungnya. Bung Karno sudah memakai piyama ketika Sudiro masuk, sehingga terpaksa berpakaian lagi. Kemudian terjadi dialog antara utusan Jepang dengan Bung Karno: ” Kami diutus oleh Gunseikan Kakka, datang kemari untuk melarang Soekarno mengucapkan Proklamasi .” ” Proklamasi sudah saya ucapkan,” jawab Bung Karno dengan tenang. ” Sudahkah ?” tanya utusan Jepang itu keheranan. ” Ya, sudah !” jawab Bung Karno. Di sekeliling utusan Jepang itu, mata para pemuda melotot dan tangan mereka sudah diletakkan di atas golok masing-masing. Melihat kondisi seperti itu, orang-orang Jepang itu pun segera pamit. Sementara itu, Latief Hendraningrat tercenung memikirkan kelalaiannya. Karena dicekam suasana tegang, ia lupa menelpon Soetarto dari PFN untuk mendokumentasikan peristiwa itu. Untung ada Frans Mendur dari IPPHOS yang plat filmnya tinggal tiga lembar ( saat itu belum ada rol film ). Sehingga dari seluruh peristiwa bersejarah itu, dokumentasinya hanya ada 3 ( tiga ) ; yakni sewaktu Bung Karno membacakan teks Proklamasi, pada saat pengibaran bendera, dan sebagian foto hadirin yang menyaksikan peristiwa yang sangat bersejarah itu.br /br /Begitulah sedikit cerita masa lalu yang biasa di kenal dengan sejarah bangsa Indonesia sampai mencapai puncak kemerdekaan, semoga kita bisa memahami perjuangan putra bangsa dan bisa menjadi penerus yang tak kalahnya dengan pahlawan yang terdahulu. Bangkit pemuda Indonesia, tangan mu adalah persatuan Indonesia, Kaki mu adalah pergerakan Indonesia untuk melangkah lebih maju, pikiran mu adalah penentu tanah air di mata dunia.br / /span

Thursday, October 30, 2008

Content Management Sytem "CMS"


Latar belakang article ini sebenarnya karena diriku di kasih tugas kuliah PTI ma pak Beni kali in membahas tentang CMS.

Pertanyaan pertama yang mungkin muncul di benak seseorang ketika mendengar serangkaian kata Sistem manajemen konten (Inggris: content management System, disingkat CMS) adalah, apakah sebenarnya Content Management System itu? Nah, dalam kesempatan ini saya akan berusaha menerangkan pengertian CMS ditinjau dari berbagai segi.

Secara umum CMS dapat diartikan sebagai perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Seperti yang kita ketahui, ‘contents’ merupakan salah satu urat nadi dari kehidupan sebuah website. Tanpa ‘contents’ dapat dipastikan tidak ada website. Sebuah website yang dikelola dengan baik pasti akan selalu berusaha menampilkan ‘contents’ terbaru bagi para pengunjungnya. Lalu apa yang dimaksud dengan ‘content’ sebenarnya? Pada dasarnya ‘content’ adalah sebuah unit informasi yang digunakan untuk membentuk sebuah halaman di website. Dapat terdiri dari apa saja; teks, gambar, video, suara, dan lain sebagainya. Harap dibedakan juga antara sebuah ‘content’ dengan sebuah dokumen. Dua hal yang serupa tapi tidak sama.

Dari ‘contents’ yang sudah ada tadi, kemudian diatur sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah website. Untuk memudahkan pekerjaan, sering kali aturan-aturan dan proses kerja pun dibuat antara seorang webmaster yang lebih memperhatikan sisi teknis dan penampilan dari website dengan seorang penulis/editor yang menyumbangkan ‘contents’ untuk website. Dalam arti kata lain, manajemen terhadap ‘contents’ yang akan ditampilkan. Baik webmaster maupun penulis/editor dapat membuat, mengedit, mengatur dan mempublikasikan sebuah ‘content’ dalam framework/sistem yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Framework atau sistem, tempat di mana ‘contents’ itu diletakkan menfasilitasi ‘perkakas-perkakas’ yang dibutuhkan untuk menjaga konsistensi proses pembuatan halaman-halaman di website secara efisien dan efektif.

Bila semua informasi diatas kita gabung menjadi satu, dapatlah disimpulkan, CMS adalah sebuah sistem yang memudahkan proses penciptaan sebuah website dinamis yang kaya akan ‘contents’, dengan memberikan kemudahan kepada penulis/editor untuk menambah, memperbaharui dan menghapus ‘content’ yang ada tanpa campur tangan langsung dari webmaster. Sebuah CMS akan membedakan ‘contents’ dari desain, memelihara konsistensi tampilan dan memudahkan pemanfaatan ‘contents’ untuk berbagai keperluan. Dengan menyimpan data di satu tempat, mengontrol hak akses dan alur kerja memperbesar kesempatan pemakai berpartisipasi dalam pengembangan website anda. Terlebih lagi bila website tersebut terus berkembang dan memiliki kompleksitas tinggi. Tentunya, semua bantuan akan sangat diharapkan, bukan begitu

Sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:

1. Aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
2. Aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).

Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.

Berikut dibawah ini pemanfaatan CMS:

• Website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
• Portal
• Galeri foto
• Aplikasi E-Commerce.
• Mengelola website pribadi / blog.
• Dan lain-lain.

Salah satu perangkat lunak Content Management System yang dikenal luas yaitu MediaWiki, perangkat lunak yang dipakai di Wikipedia dan proyek-proyek sejenis
Sedikit beralih ke beberapa waktu lalu, ketika website dibuat hanya oleh seseorang webmaster saja, cukup mudah untuk membuat beberapa halaman website statis. Seiring berjalannya waktu fungsi website berkembang menjadi fasilitas untuk menampilkan brosur elektronik dan menyebabkan meningkatnya penggunaan intranet, ekstranet juga internet. Pertukaran informasi internal dan eksternal organisasi telah mengubah wajah dunia internet sejak itu.
Teknologi dan metode lama untuk membangun halaman web tidak hanya menghabiskan banyak waktu tetapi juga tidak efisien dan memakan biaya yang besar. Contohnya, mengubah kata pada halaman web dengan metode lama harus dilakukan oleh seseorang yang mengerti HTML. Proses ini bukan hanya menghambat seluruh pembuatan informasi dan isi oleh webmaster tapi juga tidak efektif karena banyak waktu yang terbuang. Bandingkan dengan CMS yang dapat mengubah apapun hanya melalui halaman administrator.

Keinginan meningkatkan jumlah informasi dalam website dan kebutuhan untuk menggabungkan sistem menjadi lebih besar dan kompleks kedalam proses web publishing telah mengubah situasi ini menjadi suatu kesimpulan bahwa pengelola website tidak lagi dapat menampung permintaan yang terus meningkat. Mereka akan kewalahan dengan permintaan yang tiada habisnya.

Situasi ini tidak berbeda jauh dengan keadaan di tahun 60-an ketika kita masih menggunakan mesin ketik untuk membuat dokumen. Kenyataannya setelah itu menyebabkan dibuatnya sistem pengolah kata. Dengan situasi yang sama, akhirnya banyak yang menyadari bahwa CMS medatangkan banya keuntungan. Perusahaan yang tidak memilih untuk mempelajari teknologi baru ini akan menyesal dan ketinggalan (sama seperti dulu ketika banyak yang enggan mempelajari sistem pengolah kata dibanding menggunakan mesin ketik manual).

Websitenya akan menjadi terhambat, ketinggalan berita dan jarang ter-update. Efeknya terlihat ketika pengunjung tidak lagi mau mengakses website dengan informasi yang sama. Dunia insan Webmaster atau tim website menjadi alternatif cara untuk mememasukkan informasi kedalam website.

Setelah kita tahu sedikit keuntungan dari CMS, sekarang saya mencoba sedikit menjelaskan manfaat dari CMS tersebut, Beberapa manfaat dari penggunaan CMS dapat dijabarkan sebagai berikut:



  • Manajemen data


Ini merupakan fungsi utama dari CMS. Semua data/informasi baik yang telah ditampilkan ataupun belum dapat diorganisasi dan disimpan secara baik. Suatu waktu data/informasi tadi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, CMS juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll., indexing, fungsi pencarian, dan kontrol terhadap revisi yang dilakukan terhadap data/informasi. Untuk menggunakan CMS biasanya pengetahuan tentang bahasa pemrograman tidaklah terlalu dibutuhkan, karena semua proses berjalan dengan otomatis (WYSIWYG). Begitupula dengan proses ‘update’, dapat dilakukan dengan cepat sehingga menjamin kemutakhiran informasi yang ditampilkan.



  • Mengatur siklus hidup website


Banyak CMS memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi mana saja yang akan ditampilkan, masa/waktu penampilan dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi yang dimaksud terlebih dahulu di-review oleh editor sehingga dijamin kevaliditasannya.
Mendukung web templating dan standarisasi
Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website.



  • Personalisasi website


Sekali sebuah isi ditempatkan ke dalam CMS, isi tersebut dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari penggunanya. Terlebih lagi dengan kelebihan CMS yang dapat memisahkan antara desain dan isi, menyebabkan proses personalisasi dapat berjalan dengan mudah.



  • Sindikasi


Sindikasi memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada website-website yang lain. Format data yang didukung juga cukup variatif mulai dari rss, rdf, xml hingga ‘backend scripting’. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi juga dapat dilakukan dengan mudah karena isi dan desain telah dibuat terpisah.



  • Akuntabilitas


Oleh karena CMS mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada para penggunanya, data/informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap penulis ataupun editor memiliki tugas masing-masing dengan hak akses yang berbeda-beda pula. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi di website dapat ditelusuri dan diperbaiki seperlunya dengan segera.

CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:

a. Mengelola website pribadi.
b. Mengelola website perusahaan/bisnis.
c. Portal atau website komunitas.
d. Galeri foto, dan lain sebagainya.
e. Forum.
f. Aplikasi E-Commerce.
g. Dan lain-lain.

Setelah kita mengetahui apa itu CMS, keuntungan dan manfatnya, masuk pada bahasan terakhir artikel ini ,saya akan ,mencoba memberikan sedikit tips bagaimana cara memilih CMS yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda sekaligus memperoleh manfaat yang optimal darinya.

1. Kenalilah terlebih dahulu tujuan dan target yang hendak dicapai dengan penerapan CMS beserta strategi-strategi yang dibutuhkan. Bila dapat ajaklah semua pihak yang berkepentingan untuk bermusyawarah bersama. Kemudian rumuskanlah di atas kertas dan usahakan memiliki proyeksi yang jauh ke depan.

2. Mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan yang anda miliki secara organisatoris, seperti berapa jumlah penulis/editor/pengguna yang ada, lokasi geografis dari pengguna, kemampuan teknis yang dikuasai, jenis isi yang akan dipublikasikan, dan lain sebagainya. Perlu diingat juga, setiap orang memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Cobalah untuk mencari jalan tengah guna menjembatani perbedaan ini.

3. Menjabarkan kebutuhan teknis yang diinginkan dan yang telah dimiliki, serta waktu yang dialokasikan untuk mengelola CMS. Yang termasuk di sini antara lain berapa jumlah personal IT yang bekerja di organisasi anda beserta keahlian yang dikuasai, hardware dan software yang dimiliki, dan lain sebagainya.

4. Sebuah prinsip yang harus diperhatikan untuk dua poin di atas, ‘lebih baik lebih dari pada kurang’. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diduga di masa yang akan datang.

5. Menentukan jumlah biaya yang akan dikeluarkan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang nantinya.

6. Setelah tujuan, strategi dan kebutuhan baik secara organisatoris maupun teknis telah teridentifikasi dengan baik, inilah saatnya untuk menentukan jenis CMS apa yang akan dipakai. Saat ini terdapat dua jenis CMS di pasaran, CMS Komersial dan CMS Open Source

7. Pilihlah CMS yang paling dapat memenuhi semua kriteria yang telah anda tentukan sebelumnya. Tentunya setelah disesuaikan dengan kemampuan finansial anda, mengingat implementasi dari CMS bukanlah suatu hal yang murah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:

• Mengadakan tender, undanglah penyedia CMS yang anda minati untuk mengikuti tender dan minta mereka memberikan penawaran terbaiknya kepada anda sebagai bahan pertimbangan.
• Melalui demonstrasi langsung dari produk CMS yang ada di pasaran. Dari sini anda dapat melihat dengan mata kepala sendiri, produk mana yang terbaik bagi anda.
• Berdasarkan survey yang dilakukan oleh organisasi profesional independen/konsultan CMS. Secara periodik mereka menyusun daftar CMS beserta kelebihan dan kekurangannya, sehingga memudahkan anda mengadakan seleksi tanpa harus berhubungan langsung dengan para penyedia CMS yang terdapat di daftar tersebut.
• Melalui search engine, mailing list, atau dari mulut ke mulut. Metode ini merupakan metode yang paling mudah untuk dilakukan dan juga tidak mahal. Kekurangannya adalah informasi yang anda peroleh bisa jadi kurang lengkap atau tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Jadi adakan juga pemeriksaan silang, bila dibutuhkan.

8. Bila anda memilih CMS komersial, perhatikan bahwa anda membeli lisensi yang sesuai dengan kondisi organisasi anda. Tidak kurang dan tidak pula berlebihan. Pergunakanlah pelayanan purna jual dari penyedia CMS anda sebaik mungkin, karena dengan demikian biaya yang telah anda keluarkan dapat berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh. Mintalah selalu garansi terhadap produk yang dibeli.

9. Bila anda memilih untuk menggunakan CMS Open Source, perlu disadari bahwa untuk jenis CMS yang satu ini tidak menyediakan pelayanan purna jual seperti halnya CMS komersial. Jadi setiap kali ada permasalahan dalam implementasinya, anda diharapkan dapat mencari jalan keluarnya sendiri. Atau dengan mengunjungi berbagai forum yang telah disediakan. Singkat kata, untuk menggunakan CMS Open Source terkadang membutuhkan usaha lebih keras dan memakan waktu yang banyak. Tapi semuanya dikembalikan kepada anda sendiri sebagai pengguna.

10. Setelah CMS terimplementasi dengan baik, usahakanlah secara periodik memperbaharui software CMS yang anda pakai, dengan demikian dapat menjamin kemutakhiran software dan anda dapat menikmati semua feature yang ditawarkan dengan baik.


Kiprah Wanusa di Sijunjung


Meskipun tanpa , ada perhatian dan bantuan dari Pemkab Swl-Sijunjung, Wahana Nusantara Adventurur, secara rutinitas tetap sibuk dalam penelitian kekayaan sumber daya alam, terutama spesies angrek alam Swl-Sijunjung, yang hanya bermodalkan kemauan keras, ketukan hati nurani sebagai penyelamat lingkungan, patut di acungi jempol kiprahnya, setiap Minggu tetap eksis menjalankan aktifitasnya didalam misi penelitian.

Demikian komentar Ketua LSM Lembaga Pengawas Pemberdayaan Kependudukan Indipendent ( LP3I ) Swl-Sijunjung Zulkarnaen dan Ketua LSM FORKEB Swl-Sijunjung Fajar Septrian SE. Salah Satu Kelompok Pecinta Alam (KPA) Wahana Nusantara Adventurir (WANUSA) di Kab Swl-Sijunjung sampai sekarang tetap menjalankan aktifitasnya didalam penelitian sumber daya alam, terutama spesies anggrek alam, yang tampaknya masih dilakukan survei penelitian dalam setiap minggu. Penelitian yang ....dilaksanakan Minggu ( 27/5) di atas bukit Nalau Loguang Jorong Tanggalo Nagari Air Hangat 20 Km dari kota Muaro Sijunjung ibu kota Kab Swl-Sijunjung. Kawasan hutan di Nagari Air Hangat 2571.4 ha, kebanyakan hutan di daerah pegunungan.


Areal wisata dan olahraga 534,31 ha. Di nagari Air Hangat telah diketemukan berbagai jenis spesies anggrek Dendrobium, Palainopsis Mani’I Corna Cervi, Palainopses lainnya, blomodium , Glymbidium dan berbagai jenis tumbuhan lumut yang tumbuh di tebing berbatuan sangat terjal dan perlu pengalaman, keberanian, perhitungan yang tepat, ketahanan visik untuk melakukan penelitian. Di atas bukit Ngalau Loguang yang termasuk dalam kawasan hutan Konsesvasi SA Pangaian I, banyak tumbuh spesies anggrek yang belum diketahui jenis spesiesnya bahkan telah diketemukan tanaman untuk obat jenis herbal sarang semut Hydnophytum formicarum dan Myrmecotia tuberose sebagai obat alternatif yang konon bisa mengobati berbagai jenis penyakit kronis yang sudah menahun dimuat di majalah TRUBUS EDISI No. 440 Juli-2006 ).



Penelitian yang langsung diketuai oleh Ketua WANUSA Priyo Laksono, Sekretaris Paldi Mahendra SH serta salah satu anggota Andwi Prima Valentine, Dicky Tri Agusman, dan Eky Marizal Putra, naik ke puncak bukit Ngalau Loguang. Sekitar pukul 13.20 Wib, medan yang sangat sulit dan beresiko tinggi tak bikin ciut nyali para peneliti. Andaikata para peneliti salahsatunya ada yang ceroboh dan jatuh, akibatnya fatal sekali, nyawa adalah taruhannya. Maka memang harus extra hati-hati. Dengan susah payah dan kesulitan yang tinggi bisa diatasi serta dengan perjuangan yang gigih akhirnya sampai di puncak bukit Ngalau Loguang dengan ketingggian kurang lebih 800 dpl. Selain semak belukarnya berduri, tumbuhan rotan yang berserakan didepan mata terpaksa harus merintis jalan setapak, syukur allhamdulillah sampai di puncak bukit melakukan penelitian lancar. Udara dipuncak bukit kelembabannya memang sangat tinggi diiringi angin gunung sepoi-sepoi menerpa tanda ucapan selamat datang, menambah dinginnya suasana. Apalagi dengan turunnya hujan gerimis, batu-batu terjal yang harus dilalui sangat licin sekali, seperti memberikan isyarat secara naluriah agar hati-hati. Dari keberadaan puncak ketingggian bukit Ngalau Loguang sempat di dokumentasikan sebagai kalender kegiatan, yang rencana dari hasil penelitian spesies anggrek alam ini akan dilahirkan dalam suatu buku catalogue, bersamaan penyusunan buku etnografi situs cagar budaya yang ada di Kab Swl-Sijunjung. Sekitar pukul 16.30 WIB baru mulai turun dari puncak bukit menyelesaikan penelitian.
Perlahan-lahan tapi pasti menuruni puncak bukit demi mengutamakan keselamatan , allhamdulillah sekitar pukul 17.30 WIb baru sampai ke dasar bukit, semua anggota berobah penampilan persis seperti suku Talang Mamak turun dari gunung, lusuh dan sangat kumal sekali, namun telah mereguk kepuasan bisa menaklukkan sulitnya medan ke puncak bukit Ngalau Loguang, kemudian berdoa sejenak mengucapkan syukur kepada Allah SWT, bahwa hari ini melakukan misi penelitian tidak ada kendala. Usai berdo’a bersama lalu membasuh muka di pemandian yang airnya begitu dingin yang berasal dari mata air pegunungan. Pemandian ini keberadaannya masih di komplek obyek wisata Ngalau Loguang dengan panjang 7 km. Ini salah satu asset Nagari Air Hangat yang juga kaya obyek wisata adventure.


Untuk Minggu terakhir bulan Mei 2007 kalau tidak ada kendala, direncanakan akan melakukan penelitian flora di kawasan Rimbo Larangan Nagari Paru Kec Sijunjung 36 Km dari kota Muaro Sijunjung. Demikian keterangan Sekretaris WANUSA Paldi Mahendra SH mewakili Ketua WANUSA Priyo Laksono beserta anggota Senin (28/5) di Muaro Sijunjung. Masih dalam keterangan Paldi Mahendra, keberadaan WANUSA asal mulanya didirikan oleh perintis Lingkungan Hidup Priyo Laksono sekitar tahun 2003, sebagai perintis lingkungan ditekuni sejak 1982 di Swl-Sijunjung. Meskipun WANUSA baru 5 tahun berjalan kiprahnya telah mulai tampak, berbagai jenis spesies anggrek berhasil di budi dayakan, baik di daerah Datar Kapuak maupun di belakang rumah Mak Podo dekat Pintu Gerbang menuju Hotel Bukit Gadang Muaro Sijunjung sebagai cabang dari Patricia Nursery yang berlokasi di Datar Kapok Muaro Sijunjung. Saya tetap optimis kedepan nanti anggrek alam dari Swl-Sijunjung bisa sebagai cendera mata baik para pejabat datang dari pusat maupun turis domestic & manca Negara yang mengunjungi pesona alam ranah Lansek Manih, karena anggrek alam dari Sijunjung sudah - beberapa kali mengikuti pameran anggrek tingkat nasional, bahkan pada bulan April lalu Ibu Wiwik Marlis Rahman Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia ( PAI ) Sumbar mengikuti pameran anggrek di Jakarta yang di ketuai ibu Wapres Yusuf Kalla termasuk anggrek alam dari Sijunjung, satu satunya primadona Swl-Sijunjung menurut keterangan Ketua WANUSA Priyo Laksono adalah spesies anggrek Vanda Sumantranda, selain bunganya mempunyai keunikan tersendiri, kuntum bunganya bila mekar bisa tahan lama dengan warna cokelat kekuning-kuningan, baunya harum, wanginya sangat aduhaiii menebar pesona, inilah salah satu kekayaan yang diciptakan oleh Allah kepada umatnya agar dirawat dan dilestarikan.


Sebagai kepeduliannya didalam kelestarian hidup ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat ini dengan kesadaran hati tanpa ujung-ujungnya ada udang di balik batu, sudah kewajiban kita melestarikan lingkungan bukan merusak lingkungan. Adapun keberhasilan itu nanti, kita bisa memakai pepatah dari Jawa yaitu “Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe “, artinya didalam menekuni pekerjaan dan perbuatan itu betul-betul sungguh-sungguh, jangan ada maksud secara individuality hanya untuk prestise dan komersialisasi saja, papar Paldi Mahendra.

Wakil Temu Wicara WalHi

Berdasarkan Surat dari Sekda Pem Prov Sumbar N0. 005/298/P-ML/BPDL-2008 Perihal Peserta Temu Wicara tertanggal (29/4 ) ditujukan kepada Bupati/Walikota se Sumbar, bahwa Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tingkat Prov Sumbar dan menindaklanjuti surat Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup N0. B-2014/SES/;H/03/2008. tanggal 19 Maret 2008 perihal Tema Peringatan Hari Lingkungan Hidup se–Dunia Tahun 2008 mengangkat tema“ CO2 KICK THE HABIT, TOWARD LOW ECONOMY ( UBAH PERILAKU DAN CEGAH PENCEMARAN LINGKUNGAN )”. Untuk tingkat Sumbar memperingati Hari Lingkungan Hidup ( HLH ) tahun 2008, dipusatkan di Kelurahan Gantiang Kec Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang yang akan dilaksanakanspan class="fullpost" Rabu ( 11/6 )br /Didalam peringatan HLH tahun 2008 juga diisi berbagai kegiatan antara lain, Temu Wicara antara peserta dengan Menteri Negara Lingkungan Hidup ( tentatif ) Gubernur Sumbar Walikota Padang Panjang 10 – 11 Juni 2008, Para peserta terdiri dari kelompok masyarakat/individu yang peduli terhadap lingkungan hidup dan utusan ninik mamak Kab/Kota se Sumbar dan para peserta Temu Wicara menginap di Hotel Pangeran Padang Panjang.br /Dari Kab Sijunjung yang mendapat undangan dari Sekda Prov Sumbar Drs. H. Yohanes Dahlan , Priyono ( Tokoh Penyelamat Lingkungan ) dan wartawan Iskandar ( mantan Walinagari Paru tahun 2007 dan ketua Kelompok Peduli Hutan nagari Paru yang mendapatkan Anugerah Kalpataru tingkat Nasional 2007 ),Nofrialdi dari LSM Batu Gando dan Walinagari Paru Japris. Temu Wicara juga diikuti kelompok Ninik Mamak, Pemuda, LSM Lingkungan Hidup dari kota Padang Panjang.br /Konfirmasi kesedian peserta dari masing-masing daerah untuk hadir mengikuti temu wicara sudah diterima (29/5 ) di Kantor Bapedalda Prov Sumbar Jl. Khatib Sulaiman No.22 Padang, Telp. 0751 – 7055231,Fax 0751 – 445232, atau memnghubungi Sdr. Firman Abdullah ( 0813.63 410 682 ) DAN Sdri. Raden Rina Ariani ( o813. 63 427 163 )./span

Monday, October 6, 2008

SMA N 1 Sijunjung Best School






Lingkungan sekolah adalah sebagai wadah dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kemampuan dan kreatifitas sehingga menuntut kita untuk melakukan kegiatan positif agar dapat mengaplikasikan ilmu dan kretivitas tersebut, sehingga menciptakan para generasi muda yang mempunyai pendidikan yang layak dan memiliki Iptek yang lebih mendalam serta berwawasan luas.

Perkembangan yang semakin pesat di Era Globalisasi menuntut kita untuk mempersiapkan SDM yang memiliki daya intelektual dan kreatifitas yang tinggi tanpa meninggalkan tata krama dan norma yang berlaku di Negara kita, Kemajuan di segala bidang berkembang pesat sesuai berjalannya waktu, terutama di bidang pendidikan dan teknologi .

SMANSASI adalah singkatan dari SMA Negeri 1 Sijunjung, Sumbar, yang terletak strategis ditengah tengah Kota Sijunjung tepatnya di Jalan Muhammad Syafe’i No 2 Muaro Sijunjung. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sijunjung merupakan satu-satunya sekolah unggul di daerah ini. Resmi menjadi Sekolah Negeri pada tanggal 20 Febuari 1982, semenjak saat itu pula lah SMAN 1 mulai berkembang perlahan lahan sampai sekarang dan menginjak usia lebih dari seperempat abad yaitu 26 tahun. Di usia yang sudah berkepala dua ini SMAN 1 telah banyak mengukir prestasi dan berkembang sangat signifikan , apalagi semenjak di kepalai oleh Syafruddin, S.pd MM yang baru menjabat awal tahun ajaran 2007 kemaren, dari pertama menjabat kinerja beliau bisa dibilang ”Cumlaude” , mulai dari ”menyulap” konstruksi sekolah, penambahan beberapa peralatan multimedia sekolah, sampai kepada pembenahan guru-guru yang benar benar sudah berpengalaman di bidangnya.

Alhasil Pada tahun ajaran 2007/2008 ini, siswa kelas XII SMA 1 yang mengikuti UN, berjumlah 222 orang. Program studi IPA 98 dan IPS 124. Alhamdulillah siswa IPA lulus 100 porsen, sementara program IPS tidak lulus tujuh orang, Dengan porsentase lulus 97 secara keseluruhan, SMA 1 menempati posisi pertama di Kabupaten Sijunjung pada UN tahun ajaran 2007/2008 ini. Selain menempati posisi pertama, sesuai hasil rekapitulasi kelulusan siswa SLTA se-Kabupaten Sijunjung, 10 siswa yang meraih nilai tertinggi di Kabupaten Sijunjung, adalah siswa SMA 1. serta siswa Rahmi Gustiah Putri dari kelas XII IA 3, meraih nilai 10 pada mata belajaran biologi Tidak hanya itu seorang majelis gurunya, Hasmi Gustin Roza, S. Pd, terpilih sebagai guru berprestasi pertama di Kabupaten Sijunjung Dan guru terbaik pertama dari 367 guru SLTA di Kabupaten Sijunjung, pada tahun 2008 ini. Atas keberhasilan itu, guru yang mengajar bidang studi matematika ini, menerima piagam penghargaan dari Bupati Darius Apan dan tabanas dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung.

Seiring dengan itu pula, seorang guru biologi SMA ini, Afrida Laili, S. Pd, juga terpilih untuk magang ke Australia bersama 18 guru matematika, biologi, fisika dan guru kimia dari berbagai SMA di Sumbar.
Pada tahun ajaran 2008/2009 ini, menerima 94 siswa baru untuk empat rombongan belajar (Rombel).
Untuk mengisi formasi tersebut, panitia penerimaan siswa baru SMAN 1 Sijunjung, hanya menerima pendaftar dari sekolah di Kabupaten Sijunjung dengan nilai Ujian Nasional 27,00, sedangkan mereka yang mendaftar dari luar Kabupaten Sijunjung dengan nilai 31,00, Seleksi ini dilaksanakan oleh tim khusus dari Universitas Negeri Padang (UNP) sama dengan tahun lalu, sehingga bisa mendapatkan siswa yang benar – benar dapat meraih prestasi.


Meski yang diterima hanya 94 orang, namun siswa yang melamar jumlahnya mencapai 165 orang, dari 94siswa yang diterima, 24 orang akan diseleksi untuk mengikuti proses belajar mengajar pada kelas internasional yang mengacu kepada Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Dengan terbentuknya kelas internasional pada Rombel kelas 10, berarti di SMA 1 sudah terdapat dua kelas internasional, karena untuk Rombel kelas 11, telah lebih dulu dibentuk.

Sebagaimana pada Rombel kelas 11, kelas internasional pada kelas 10 juga akan dipasang karpet serta dilengkapi dengan AC, LCD, cece TV dan kamera kontrol.


Buka Bareng Kelas E Informatika Uii 08



Rabu 18 09 08, hari itulah sekumpulan anak anak kelas E informatika Uii 08 menjalani perkuliahan dengan penuh semangatnya, Gimana ngak, hari itu cuma ada satu mata kuliah. Meski 3 sks. 2,5 jam berlalu, kebiasan lansung cabut sehabis kuliah, kali ini ngak dilakoni anak anak, soalnya jack, itulah nama keren doi, anak yg paling jail di kelas, keburu ambil alih suasana keributan, dia ambil microfon, dan ngumumin "Teman-teman besok kelas kita mau adain BuBar alias buka bareng, pada setuju ngak?". sejenak terdiam, ternyata pada setuju, Semua keluar kelas menuju "home" masing masing.

Kita biasanya pulang bareng, konvoy gitu,Eh pas di jalan jack bilang, "bro, kalian ada tempat yg bagus ngak buat BuBar besok," Aku ada jack diriku berkata, Di Pesona pinka tempat nongkrong kawula muda,

Kita lansung samperin tuch tempat, Udah nego nego ma yang punya ternyata bisa.Kamis, 14.20 kuliah kalkulus di mulai, aku begitu seriusnya menjalani kuliah sampe sampe pindah ke depan, tapi cuma bertahan bentar soalnya mau data ulang anak anak yang ikut bubar, kreeek,.. Begitulah bunyi sobekan selembar kertas, dan aku menggoreskan tinta pena ku di atasnya serta merangkai kata kata "siapa yang mau ikut bubar, silakan tulis nama di bawah ini", kertas di gilir mulai dari diriku sampe ke belakang, repot juga padahal ini idenya jack,
,... Eeeh, dia malah pulkam dulaan, ke bengkulu, dasar tuch anak..
wadduuhh ternyata yang ikut cm 25 org, padahal kemaren yang mau ikutan sampe 50an, tapi ngak pa pa lah, dah pada mau mudik kallle,.
Kuliah kalkulus berakhir, skaligus "yana" ustads dari jabar ambil alih suasana, sambil ngumumin, "yang ikutan bubar jam setengah 5 ngumpul di "Ulil Albab".
Semua anak cowok dah ontime nunggu di ulil albab mesjid Uii gitu loh, tapi yang cewek malah "ngaret", indonesian people banget, Dah di tungguin setengah jam, akhirnya datang juga, Kita lansung berangkat ke pesona pingka, tempatnya emang mempesona, alami banget, Kita dapet tempat di "krisna" nama pondoknya gitu. Anak anak pada berfoto foto ria tak terkecuali diriku. Lagi asik asiknya tiba tiba salah satu teman kita ada yang nelpon, dia ketinggalan, 3 orang lagi, kepaksa yana ama eja jemput,
Sementara itu yang laen pada sibuk mesan makanan dan minuman. Waktu berlalu, matahari mulai turun perlahan di balik awan, hilanglah terang, azanpun berkumandang, Allhamdullah, semua baca "allahhuma laka sumtu" dan bersiap mejantap makanan yg begitu lezat dan minuman yang menyegarkan.Tapi sebagian cowok malah buka puasa sama smoke, emang kawula muda banget ya. Sebagian lagi memanfaatkan waktu untuk menunaikan ibadah shalat magrib tak ketingalan diriku.
ibadah magrib telah ditunaikan , kita lansung menyaptap makanan. yang anehnya kalo lagi
makan ajaaa semua pada diem, hiiiee,....hieeee,....
ngak lama kemudian makanan "ludes" nyaris tanpa sisa, kayaknya dah pada kekenyangan, sembari itu aku bersama eja nge cek pengeluaran ke kasir, ternyata abis 466.000, kaget juga tapi dah masuk PPN sih. kita berdua lansung aja ambil alih suasana dan ngasih tau pengeluaran ke anak anak, tanpa basa basi semua pada ngumpulin uang dan terkumpul juga, mesti ribet.
lanjut cerita, ngak sengaja kita malah briving dulu, ngak tau kenapa, malah diriku yang jadi moderator, bermula dari rencana mau ngadaain "makrab" kelas E informatika Universitas Islam Indonesia 2008, kelasnya kita gitu. My idea makrabnya naek "merbabu", tapi pada banyak yang komplain dan ngasih berbagai alasan serta usulan yang berbeda, pondok "krisna" jadi heboh, tak kalahnya ma pondok tetangga yang lain, dari banyak usulan kita cuma bisa ngambil satu keputusan, keputusannya naek merbabu, senangnya my idea ke approve juga ma
anak anak, mudah mudahan aja telaksana. Doain ya semua!!!!!!!
Briving slese, lanjut ke pengujung acara yaitu memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa, eeeh kok malah aku ya yang mimpin doa, kayak ustadz aja, padahal kan ada yana tuw, si ustads dari jabar. hiiiieee,....hieee,.....
sebelum bubar kita bersalaman dulu itung itung maaf maafan menjelang lebaran. semua keluar dari pondok krisna,
..eeehh, ada yang ketingalan, kita belum ada foto bareng, spontan aja ambil background gerbang masuk
pesona pinka, sambil minta tolong pak satpam jadi fotograp,.
Semua cheeeeeerss
....

Catatan Perjalanan Band "BlackCurrant "


Malam yang dingin, kebisingan suara sound system studio 18 masih tegiang di telinga sekelompok remaja yang baru slese latihan band itu, mereka adalah dicky "rembo"sang vocaliz, randy "brenk" si pemegang stik, fadly "lojo" bergelimat ama yang bertali gede tepatnya sang bassist dan uwie "valent" sang gitaris.Malam itu bertempat di kamar sang bassist, semua personil bela belain begadang demi dapatin inspirasi sebuah nama band, tanpa sengaja sang vocalis melontarkan nama blackcurrant dengan alasan bikin rasa sebuah band seperti rasa blackcurrant,semua pada sepakat.
Hari pun berlalu tiada malam tanpa "mengasah diri" di studio pribadi sang bassist. Sampai sampai blackcurrant menetaskan sebuah hits single perdana yang ber title suara hati, di ikuti oleh hits i love u, merpati dan insyaf.
Seiring terciptanya lagu lagu tersebut, studio 18 di konstruksi ulang supaya lebih klop.
Skaligus launching studio mereka dengan mengundang band band yang dah punya nyali di kota itu.
Sayang ngak nyampe setahun sang bassist henkang, dengan dalih bikin band baru yang bertitle HEROIX,
Otomatis terjadi "arangsement" personil pada blackcurrant, sang vokalis beralih ke posisi bassist skaligus backing vocal, muncullah nama baru Olka, anak anak BC lbh akrab manggil dia Oka, cewek cantik dengan suara tinggi dan bervibra. Setelah menjadi bintang tamu dari beberapa party, dan membawa nama blackcurrant lebih go public juara 2 pada parade band sekota, harapan 1 pada festival banda antar kota serta prestasi terakhir juara 1 pada event parade band antar pelajar.
Oka hengkang pindah ke luar kota, dan secara tiba sang bassist mengundurkan diri, dengan hengkangnya sang basst dan vocalis, pergerakan BC menjadi statis, mereka hanya tinggal berdua, drumer dan gitaris,
Dalam beberapa waktu BC vakum,
Dalam ke vakuman itu secara kebetulan keduanya bertemu dengan imano filandro lebih akrab di panggil iman, seorang gitaris yang henkang dari band x-predator dan mau gabung dengan BC,
Blackcurrant bertambah satu personil, ngak lama kemudian muncul nama adrian, remaja yang memiliki bakat terpendam dalam memainkan keyboard, dia memutuskan untuk gabung.
Sembari itu aliran BC sedikit mengalami pergeseran dari rock menjadi
Rock metal progresive,
Blackcurrant mulai bangkit dari kevacumannya, mencoba memainkan music tanpa vocalis, ternyata itu sangat sulit bagi mereka.
Niat mencari sosok vocalis mulai di berjalan, setelah penuh kerja keras, mereka menemukan indy, anak lugu dan pemalu yang belum pernah sama sekali gabung dalam sebuah grup band, tetapi telah berprestasi dalam berbagai event perlombaan penyanyi solo.
Suara lembut, tinggi dan serak menjadi ciri khasnya,
BC sangat beruntung bisa bertemu indy.
Formasi baru di blackcurrant menjadi semangat baru untuk bangkit lagi.
Dengan misi mencari kembali nama baik yang pernah ada, selain itu BC jg berkeinginan menjadi raja festival skaligus bikin demo satu album.
Hal itu mulai terwujudkan setelah mendapat predikat juara 2 festival band pelajar antar kota, dengan referensi hits prasasti dari arfas dan mimpi dari anggun, serta gothic sanctuary dari nigthwish.
Awal yang baik, tetapi prestasi kedua yang didapat lebih rendah, yaitu juara 3 di event yang bertajuk sama,
pada parade band prestasi itu meningkat satu peringkat, dan terakhir festival terbesar yang pernah mereka ikuti yang bertempat di luar kota, pada event ini BC menjadi sang juara. Semua rasa kegembiraan terpancar jelas dari masing masing wajah mereka. Sayang kegembiran itu hanya penutup saja,
Ternyata menjadi sang juara adalah akhir dari perjalanan mereka.
Semua personil memutus untuk berpisah.
Sang drumer memilih melanjutkan study di kota idamannya dan melanjutkan karir dengan band baru, sang gitaris mencari jalan sendiri bersama orang yang dicintainya, sang keyboardist ngak ada berita mengenai dia,
Sang vocalis melanjutkan sekolah dengan serius, sedangkan sang bassist berjuang melanjutkan study untuk mencapai cita cita dan bergabung dengan sebuah band rock n roll.
Begitulah catatan perjalanan sebuah band bernama blackcurrant.

Labels

3D (2) Add new tag (1) Adventure (22) Agen Elpiji (2) AI (1) Akses (1) Alam (3) anggrek (1) Animasi (2) Apache (1) Argopuro (1) Aritmatika (1) Asal Usul (1) Asisten (3) Askes (1) ATM (1) Bahaya (1) Band (1) Bandung (1) Baseball (1) Berita Sijunjung (13) BKMN (1) Blender (2) Blog (8) Blog Kompetisi (1) Blog Kontes (2) Blog Tutorial (5) Blog Tuturial (1) Blog UII (5) Blogger (1) Bom (1) Bumi ku (10) Caleg (1) Candi (2) Catatan Perjalanan Pendakian (9) Cerita (1) CMS (2) Contoh CV (1) Cv (2) Daerah (1) Daftar Isi (1) Danau (1) Database (1) Design (1) Document (1) DPC (1) DPRD Sijunjung (1) DPW (1) Dream Theater (1) Earth (1) ebook (1) Elpiji (1) Energi (1) Event (2) Expedition (1) Facebook (7) Facebook Lite (1) Film (1) FTI (4) Gizi (1) Grafika Komputer (2) Gunung (7) Gunung Argopuro (1) Gunung Lawu (2) Gunung Merapi (1) Gunung Sindoro (2) Hadiah (1) Hotel (1) Inbapala (2) Indonesia (5) Info (4) Informatika (8) Informatika Uii 2008 (26) International (1) internet (1) ISP (1) Jakarta (1) Jambore (2) Jambu lipo (1) Jamkesmas (1) jaringan Komputer (1) Java (1) Java Programming (2) Jawa (2) Jejak Petualang (2) JP (2) JPI (3) Judul Judul Skripsi (1) Jump break (1) Kaba dari Sijunjung (39) Kabupaten Sijunjung (8) Kacang Ijo (1) Kalender Akademik (1) Kampus Idaman (2) Kantor (4) karet (1) Kawah Putih (1) Kec Lubuk tarok (1) Kecerdasan Buatan (2) kemiskinan (2) Kerajaan (1) Kerajaan Jambu Lipo (1) Keras (1) Kerja (4) Kerja Keras Adalah energi kita (2) Kesehatan (1) Key in (1) KHS (1) Kiprah (1) Kita (1) Kompetisi (1) komputer (1) Konsumsi (1) Kontes (2) kuliah (9) Kuningan (1) Lab. Sirkel (1) LAMPP (1) Lingkugnan (1) Lingkungan (4) Linux (4) Lomba (1) Lomba Blog (1) Lomba blog UII (1) Lowongan (1) Lubuk Tarok (1) Manusia (1) Membuat CV (1) Merapi (1) Miasma (1) Mongol (1) Mountainering (7) Muncak Bareng (1) Music (2) Music Qu (2) My Room (2) My Scull (4) MySQL (1) Nagari (1) Negri Qu (2) News (4) Ngalau (1) Office (3) OOP (1) Oracle (1) PAC (1) Pameran (1) Pantai (1) PBO (1) Pecinta alam (1) Pekerjaaan (1) Pekerjaan (3) Pembangunan (2) pemilu (1) Pemograman (7) Pemograman Berorientasi Objek (4) Pemograman Web (4) Pemogramman Berorientasi Objek (1) Pendakian (6) Pendidikan (1) Pengahargaan (1) Pengghargaan (3) Penghargaan (2) Pepmograman (1) Perekonomian (1) Perguruan Tinggi (2) Pertamina (1) Petualang (2) PNPM-MP (1) Praktikum (3) Programmer (4) Project (2) Pulau (1) Pulau Sempu (1) Rafting (2) Rakyat Miskin (1) Read More (2) Referensi Skripsi (1) Rekrutmen (3) Review (1) Riwayat Hidup (1) Rolling Stones (1) Room (2) Samsung Led TV (3) Samsung TV (2) Scriptmedia (5) Segara anakan (1) Sejarah (4) Sekolah (1) Semester 4 (1) Semester IV (2) Sempu (1) Seni (1) SEO (2) Server (1) Server. (1) Sijunjung (24) Sindoro (1) Sirkel (1) Sistem (1) Sistem Operasi (2) Sistem Transaksi ATM (1) Skripsi (1) SMA (3) SMA 1 Sijunjung (2) SMAN 1 Sijunjung (2) Sniper (2) SO (1) Style (1) Suku (1) Surat (1) Surat Lamaran (1) Susu (1) Tamparungo (1) Tanaman Hias (7) Tanaman Langka (1) Tema (1) Temanggung (1) Themes (1) Tips (15) Trans 7 (1) Trik (3) Tugas (2) Tutorial (25) Tutorial blog (6) Twitter (1) Ubuntu (3) Uii (16) Unisys (1) Universitas Islam Indonesia (6) vanda sumatrana (1) Wanusa (1) Web (3) WEB 2009 (1) Website (9) Website Sijunjung (1) Widget (1) Wiki (1) Wisata (4) Wisata jumprit (1) Wisata Religi (1) Wordpress (6) Work (1) XAMPP (1)