Showing posts with label Mountainering. Show all posts
Showing posts with label Mountainering. Show all posts

Thursday, April 22, 2010

Muncak Bareng SNIPER "Informatika UII 08" : Pendakian Gunung Lawu (3.265 m)

muncak-bareng-sniper-lawu.jpg


Asalammualaikum Wr. Wb.

Salam Dor dan Salam Lestari.

Muncak Bareng SNIPER Pertama , Gn. Lawu 3.265 mdpl
Jalur pendakian cemoro sewu. Desa Cemoro Sewu (1.800 m dpl) kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan.

Temen2 dengan ini saya dan temen2 yang lain mengundang temen2 SNIPER untuk ikut serta dalam acara muncak bareng ke
gunung argopuro lawu dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi diantara temen2 SNIPER sekalian. untuk itu kami harapkan dukungan dan partisipasi temen2 SNIPER sekalian.
terimakasih atas perhatiannya, mudah2an niat baik ini bisa terealisasi dengan mudah dan lancar. ( By Abang jampang)

Wasalam.

Sunday, April 18, 2010

Pendakian Gunung Lawu 3265 Dpl ” Muncak Bareng Sniper 08″

Allhmdllah , succesfull sudah Muncak Bareng SNIPER 08, banyak pelajaran dan pengalaman yang di dapat, thanks to 21 teman SNIPER ‘08 yang lain nya, kalian memang luar bisa, thank very much to ALLLAH SWT yg telah meridhoi dan mmberi perlindungan pendakian kali ini. “WONDERFULL JOURNEY” (GUNUNG LAWU, 3265 DPL, 16-18 April 2010). Posting ini hanya sekedar expresi rasa syukur, baru sampai JOGJA lagi setelah dari basecamp Gunung Lawu (CEMORO KANDANG) jam 14.30 tadi. Ne juga blm mandi, insyaallah slesai mandi dan makan saya akan posting CAPER ( catatan perjalanan) gunung lawu. Chek Next Post, Please.

Sunday, April 11, 2010

Pendakian Merapi ke 3 "Pendakian SOLO"

Pendakian ini merupakan pendakian ke 10 di pulau jawa dan untuk ke 3 kalinya pendakian gunung merapi.

Berawal dari sebuah ajakan teman yang bertemu saat pendakian G. Ceremai Tahun lalu, berasal dari tangerang (DIDU). Pada hari Rabu malam beliau chating dengan saya dan berniat mengajak melakukan pendakian G. merapi, dengan spontan saya lansung menjawab OK, lalu beliau membalas "bsk saya tunggu di Basecamp", dan seketika Didu lansung off.

Saturday, June 13, 2009

First Award To My Blog

H

ari yang cerah, malam juga berbinatang berbintang , setelah liat liat nilai di Unisys , ku log in ke blogger ternyata ada sebuah comment dari seseorang yang bernama Tirta, dengan isi comment sbb : "Wah...ulasan yang menarik.... lestarikan alam ini karena kamu posting yang berbau ijo2..aku kasih award yang ijo2...ambil sendiri di blogku ya..

ku buka blog masnya, di posting paling atas terdapat posting yang berjudul penghargaan pertama ku ku baca posting itu, inti dari artikel tersebut adalah sang author memberikan penghargaan kepada teman temannya yang slalu peduli akan lingkungan dan kehijuaan. Penghargaan tersebut si beri nama betuah award, iconnya bagus. thanks to Tirta with Airbunga

Sunday, April 26, 2009

Menyelusuri Jejak-Jejak Keajaiban Di ‘”Nagari Seribu Pesona”


S
ejalan Pemerintah menetapkan tahun 2009 ( Visit Indonesia Year 2009 ), Indonesia yang kaya dengan obyek wisata alam, cagar budaya, lebih jauh harus dioptimalkan promosi obyek-obyek wisata yang belum tersentuh oleh Wisatawan Manca Negara ( Wisman ). Salah satu obyek wisata yang kerakteris keunikannya tidak dijumpai didaearah lain termasuk keajaibannya di Nagari Paru Kec Sijunjung Kab Sijunjung Prov Sumatera Barat ( menyelusuri jejak- jejak keajaiban Nagari Seribu Pesona).

Barangkali di Era Gliobalisasi & Computerisasi banyak orang beranggapan tidak percaya dengan adanya Mistik yang Sakral atau keanehan yang masih ada dan sebuah mitos cerita masyarakat sejak turun temurun yang betul-betul terjadi. Bukan berarti kita sebagai umat terutama beragama Islam yang dilandasi dengan Iman & Taqwa menduakan adanya Tuhan Allah SWT. Dari rangkuman- rangkuman kejadian di Nagari Pesona dipercaya oleh masyarakat setempat memang betul-betul terjadi .

Iskandar ( 41) tahun mantan Walinagari Paru dan Ketua Kolompok Petani Peduli Hutan ( KPPH ) Nagari Paru 6 Juni 2007 mendapat Kalpataru atas keberhasilan mempertahankan kelestarian Rimbo Larangan seluas 4500 hektar, memaparkan kepada natrasumber baru-baru ini sbg :
Suatu kejadian pada bulan Mei 2007, di daerah Mudik Mangan masih dalam kawasan Rimbo Larangan ada pelintasan harimau memang dibenarkan. Bukan cuma cerita yang dibuat-buat atau dibesar-besarkan. Salah satu pengalaman yang membuat nyali kecut dan bulu kuduk langsung merinding dialami oleh Saleh ( 40 ) tahun pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2007 sekitar pukul 09.00 Wib dari Paru - Sijunjung yang menempuh jarak 36 Km, kebetulan setiap hari Kamis adalah hari Pekan-pekan atau hari Pasar Sijunjung. Sesampainya di ujung jalan tanjakan yang sudah di rigit beton daerah bukit batabuh 2 Km dari Paru tiba-tiba seekor Inyiak Balang ( sebutan harimau bagi warga setempat ) dengan ukuran panjang 2 meter melompat dan melintas dari semak-semak Rimbo Larangan. Saleh terkejut begitu juga harimau itu. Dengan rasa ketakutan badan Saleh lansung menggigil, harimau tidak juga pergi malah duduk sigap ditepi jalan sekitar hampir 7 menit. Seumpama Saleh membawa Hp atau camera dan nyalinya tidak ciut bisa diabadikan dengan mengambil fotonya. Namun Saleh yang masih dalam cengeraman ketakutan masih dalam keadaan menggigil badannya diatas sepeda motor bebek. Tidak beberapa lama tersentak setelah terdengar bunyi klakson mobil Lk. 300 angkutan pedesaan arah ke Pasar Sijunjung. Harimaupun terkejut lalu melompat sejauh 3 meter . kelembah bukit Batabuh.
Nah inilah suatu kejadian yang dialami oleh Saleh Warga Nagari Paru, tutur Iskandar.

Harimau Lebih Pintar.
Iskandar juga menuturkan pengalaman yang lain, sewaktu musim durian kebetulan daerah Rimbo Larangan banyak pohon durian yang umurnya sudah tua-tua, bahkan ada batang durian diameternya kurang lebih 3 m. masyarakat Nagari Paru sering mencari durian.di Rimbo Larangan . Secara adat-istiadat durian yang bisa diambil durian yang sudah jatuh dari batang pohonnya. Siapapun yang mendapatkannya berarti itu rejeki orang tersebut, walau itu dikebun orang atau dikawasan hutan. Pada umumnya pencari durian memasuki Rimbo Larangan malam hari, sudah membuat pondok dekat batang durian yang sedang berbuah lebat. , Sebelum wardhu sholat Subuh saya sudah sampai di bawah salah satu batang durian di Rimbo Larangan dan tampaklah 3 buah durian itu dikumpulkan oleh harimau dan sudah dibukanya. Harimau juga sangat suka dengan buah durian. Anehnya tidak satupun biji buah durian itu tergores oleh taring maupun gigi harimau.Inilah salah satu kelebihan harimau dari pada orang, kalau orang memakan buah durian pasti ada bekas goresan gigi di biji buah durian, tutur Iskandar.

Harimau Minta Ikan.
Kalau ada orang mencari ikan di sungai yang mengalir kawasan Rimbo Larangan, tiba tiba ada yang melempar dengan tanah kedalam sungai, berarti itu harimau mau minta ikan. Kalau sudah tau isyarat dari harimau, lemparkan saja 1 ekor ikan kemudian harimau itu pergi.

Harimau Penunjuk Jalan Dikalau Orang Tersesat Dalam Rimbo Larangan.
Apabila kita masuk ke kawasan hutan terutama Rimbo Larangan, entah itu sedang melakukan aktifitas pengukuran hutan, mencari getah rotan dan lainnya, hari sudah larut senja, tidak tau arah jalan keluar, meskipun rintisan jalan awal sudah ditandai dengan cat pilok tak diketemukan lagi kita tersesat dalam hutan, harimaulah yang akan menuntun kita kerluar dengan tanda-tanda ranting-ranting kayu yang dipatahkan, ikuti saja patahan-patahan ranting kayu tersebut, nanti akan ketemu jalan keluarnya tidak tersesat lagi dalam hutan.

Black Phanter Sumatra Masih Ada.
Harimau hitam selalu yang besarnya tidak sebesar harimau loreng di kawasan Rimbo Larangan Nagari Paru masih ada. Menurut cerita orang tua-tua di Nagari Paru, konon kalau ada harimau lain masuk ke daerah hutan Paru, diusirnya. Tanda-tandanya terdengar lengkingan dan auman harimau hitam. Seandainya sepasang suami istri sudah bercerai , namun mantan suaminya sering mendatangi jandanya ( bersekingkuh ), harimau hitam memberikan ab-aba dengan auman yang lain lengkingannya, atau harimau hitam itu masuk dalam perkampungan, dengan tanda-tanda dimana ditempat tanah yang becek& lunak ada bekas jejak telapak kaki harimau hitam, maka dengan tanda-tanda tersebut Monti Dulu Balang ( sesepuh adat ) siap melakukan investigasi terhadap cucu kemenakan yang melakukan kesalahan.
3 lokasi yang dihuni harimau hitam di kawasan hutan Nagari Paru , menurut keterangan pak Griwo salah satu sesepuh di Nagari Paru, antara lain di daerah Mudik Mandi Angin, Hulu Mudik Paru,dan di Gunung Tunggal. Di Gunung Tunggal ini juga ada sebuah Ngalau ( goa ) sarang orang Bunian ( makhluk halus ).

Bunyi Siamang di Malam Hari Bawa Pertanda.
Terdengar bunyi/suara Siamang dimalam hari lengkapnya di Gunung Payung yang merupakan gunung yang tertinggi di Nagari Paru dan gunung yang sangat keramat dan penuh misteri, pertanda akan menghadapi perkara di kampung. Bunyi suara Siamang terdengar di Gunung Halaman malam hari, pertanda akan ada orang meninggal dunia di kampung. Terdengan bunyi suara Siamang di Gunung Pincuran pertanda ada orang mati darah. Bunyi suara Siamang di malam hari di Gunung Talago, pertanda ada orang meningggal/mati muda.

Subarang Masjid Tempat Sakral.
Tempatseakral untuk minta do’a mengharapkan datangnya hujan maupun mendo’a sehabis keberhasilan panen padi sawahnya, berlokasi di Subarang Masjid 500 m dari pasar Nagari Paru. Itulah kejadian-kejadian aneh di Nagari Seribu Pesona yang berhasil ditelusuri Koresponden Suara Bumi Sumatera Barat Priyono.

Tuesday, September 9, 2008

Tips Pendakian Gunung



Mendaki gunung adalah suatu olah raga keras, penuh petualangan dan membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan serta daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan merupakan daya tarik dari kegiatan ini. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri dan untuk bisa menyatu dengan alam. Keberhasilan suatu pendakian yang sukar, berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.

Di Indonesia, kegiatan mendaki gunung mulai dikenal sejak tahun 1964 ketika pendaki Indonesia dan Jepang melakukan suatu ekspedisi gabungan dan berhasil mencapai puncak Soekarno di pegunungan Jayawijaya, Irian Jaya (sekarang Papua). Mereka adalah Soedarto dan Soegirin dari Indonesia, serta Fred Atabe dari Jepang. Pada tahun yang sama, perkumpulan-perkumpulan pendaki gunung mulai lahir, dimulai dengan berdirinya perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung WANADRI di Bandung dan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) di Jakarta, diikuti kemudian oleh perkumpulan-perkumpulan lainnya di berbagai kota di Indonesia.

JENIS PERJALANAN / PENDAKIAN
Mountaineering dalam arti luas adalah suatu perjalanan, mulai dari hill walking sampai dengan ekspedisi pendakian ke puncak-puncak yang tinggi dan sulit dengan memakan waktu yang lama, bahkan sampai berbulan-bulan.
Menurut kegiatan dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering terbagi menjadi tiga bagian :


1. Hill Walking / Fell Walking
Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai dan yang tidak atau belum membutuhkan peralatan-peralatan khusus yang bersifat teknis.

2. Scrambling
Pendakian pada tebing-tebing batu yang tidak begitu terjal atau relatif landai, kadang-kadang menggunakan tangan untuk keseimbangan. Bagi pemula biasanya dipasang tali untuk pengaman jalur di lintasan.

3. Climbing
Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik khusus. Peralatan teknis diperlukan sebagai pengaman. Climbing umumnya tidak memakan waktu lebih dari satu hari.

Bentuk kegiatan climbing ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
a. Rock Climbing
Pendakian pada tebing-tebing batu yang membutuhkan teknik pemanjatan dengan menggunakan peralatan khusus.
b. Snow & Ice climbing
Pendakian pada es dan salju.

4. Mountaineering
Merupakan gabungan dari semua bentuk pendakian di atas. Waktunya bisa berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Disamping harus menguasai teknik pendakian dan pengetahuan tentang peralatan pendakian, juga harus menguasai manajemen perjalanan, pengaturan makanan, komunikasi, strategi pendakian, dll.

KLASIFIKASI PENDAKIAN
Tingkat kesulitan yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, tergantung dari pengembangan teknik-teknik terbaru. Mereka yang sering berlatih akan memiliki tingkat kesulitan / grade yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang baru berlatih.

Klasifikasi pendakian berdasarkan tingkat kesulitan medan yang dihadapi (berdasarkan Sierra Club) :
Kelas 1 : berjalan tegak, tidak diperlukan perlengkapan kaki khusus (walking).
Kelas 2 : medan agak sulit, sehingga perlengkapan kaki yang memadai dan penggunaan tangan sebagai pembantu keseimbangan sangat dibutuhkan (scrambling).
Kelas 3 : medan semakin sulit, sehingga dibutuhkan teknik pendakian tertentu, tetapi tali pengaman belum diperlukan (climbing).
Kelas 4 : kesulitan bertambah, dibutuhkan tali pengaman dan piton untuk anchor/penambat (exposed climbing).
Kelas 5 : rute yang dilalui sulit, namun peralatan (tali, sling, piton dll), masih berfungsi sebagai alat pengaman (difficult free climbing).
Kelas 6 : tebing tidak lagi memberikan pegangan, celah rongga atau gaya geser yang diperlukan untuk memanjat. Pendakian sepenuhnya bergantung pada peralatan (aid climbing).

SISTEM PENDAKIAN
1. Himalayan System, adalah sistem pendakian yang digunakan untuk perjalanan pendakian panjang, memakan waktu berminggu-minggu. Sistem ini berkembang pada pendakian ke puncak-puncak di pegunungan Himalaya. Kerjasama kelompok dalam sistem ini terbagi dalam beberapa tempat peristirahatan (misalnya : base camp, flying camp, dll). Walaupun hanya satu anggota tim yang berhasil mencapai puncak, sedangkan anggota tim lainnya hanya sampai di tengah perjalanan, pendakian ini bisa dikatakan berhasil.
2. Alpine System, adalah sistem pendakian yang berkembang di pegunungan Alpen. Tujuannya agar semua pendaki mencapai puncak bersama-sama. Sistem ini lebih cepat, karena pendaki tidak perlu kembali ke base camp, perjalanan dilakukan secara bersama-sama dengan cara terus naik dan membuka flying camp sampai ke puncak.

PERSIAPAN BAGI SEORANG PENDAKI GUNUNG
Untuk menjadi seorang pendaki gunung yang baik diperlukan beberapa persyaratan antara lain:

1. Sifat mental.
Seorang pendaki gunung harus tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan di alam terbuka. Tidak mudah putus asa dan berani, dalam arti kata sanggup menghadapi tantangan dan mengatasinya secara bijaksana dan juga berani mengakui keterbatasan kemampuan yang dimiliki.

2. Pengetahuan dan keterampilan
Meliputi pengetahuan tentang medan, cuaca, teknik-teknik pendakian pengetahuan tentang alat pendakian dan sebagainya.

3. Kondisi fisik yang memadai
Mendaki gunung termasuk olah raga yang berat, sehingga memerlukan kondisi fisik yang baik. Berhasil tidaknya suatu pendakian tergantung pada kekuatan fisik. Untuk itu agar kondisi fisik tetap baik dan siap, kita harus selalu berlatih.

4. Etika
Harus kita sadari sepenuhnya bahwa seorang pendaki gunung adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kaidah-kaidah dan hukum-hukum yang berlaku yang harus kita pegang dengan teguh. Mendaki gunung tanpa memikirkan keselamatan diri bukanlah sikap yang terpuji, selain itu kita juga harus menghargai sikap dan pendapat masyarakat tentang kegiatan mendaki gunung yang selama ini kita lakukan.

Fenomena Pendakian Gunung 8.000 Meter Tanpa Tabung Oksigen


Memuncaki Everest tanpa doping oksigen adalah prestasi lain. Hanya ada segelintir orang yang sanggup melakoni petualangan berisiko tinggi itu. Tipisnya kadar oksigen menyebabkan para pendaki terpaksa mengandalkan bantuan tabung oksigen untuk menggapai puncak. Mereka khawatir dengan gangguan kesehatan yang muncul bila nekat tak memakai tambahan oksigen.

Salah satu kunci kesuksesan Sir Edmund Hillary meraih titik tertinggi dunia: 8.848 meter (29,035 feet) bersama Tenzing Norgay adalah bantuan tabung oksigen. Sejak awal, tim ekspedisi ini tak mengharamkan pemakaian bantuan doping itu. Sebab pada ekspedisi yang digelar pada 13 April – 3 Juni 1953 memang bertujuan untuk mengantar orang pertama yang memuncaki Everest. Sebelumnya, beragam ekspedisi sudah digelar namun selalu berujung dengan kegagalan.
Pendakian gunung tinggi dunia – terutama di atas 8.000 meter – tanpa bantuan tabung oksigen sempat menjadi kontroversi. Usaha pertama mencapai puncak Everest tanpa doping tabung oksigen sudah dimulai George Mallory. Pendaki Inggris ini menolak memakai tabung oksigen saat melakoni ekpedisi kedua tim Inggris pada April – Juni 1922. Ekspedisi ini gagal mengantarkan para pendaki meraih puncak. Tanpa oksigen, Mallory sanggup mencapai ketinggian 27.000 feet sedang rekannya yang memakai tabung oksigen hanya meraih 300 feet di atas Mallory.
Mallory merasa aneh saat mendaki Everest dengan bantuan tabung oksigen – meski dengan doping itu ia mendapat sejumlah keuntungan. Kadar oksigen yang tipis dapat mengganggu kinerja otak sampai menimbulkan halusinasi. Sayang, Mallory tak berumur panjang. Pada ekspedisi tim Inggris ke Everest yang ketiga kalinya, Mallory ditemukan tewas bersama Andrew Irvine. Jenazah kedua pendaki itu ditemukan di dekat puncak pada 8 Juni 1924.

Pendakian Kilat
Era tujuh puluhan, wacana pendakian gunung tinggi tanpa oksigen kembali mengemuka. Beberapa pendaki menyatakan pendakian dapat dibilang sukses bila titik tertinggi itu diraih tanpa bantuan oksigen. Gaya pendakian tanpa oksigen dilontarkan dua pendaki anyar – pada saat itu: Reinhold Messner dan Peter Habeler.
Mereka begitu bersemangat membuktikan, jiwa olahraga dunia pendakian akan lebih terasa bila dijalani tanpa harus mengandalkan tabung oksigen yang digendong di punggung.
Tahun 1974, Messner dan Habeler memanjat dinding utara (North Face) Eiger, Prancis hanya dalam waktu 10 jam. Keduanya berpendapat, kecepatan pendakian berbanding lurus dengan keselamatan diri. Pendakian kilat itu dapat mengurangi ancaman longsor salju (avalanche) dan kemungkinan ditimpa cuaca buruk. Walhasil, perlengkapan pendakian dihitung dengan amat cermat, sebagai usaha mengurangi beban.
Sukses pemanjatan Eiger makin menambah semangat mereka. Messner dan Habeler terus memacu program latihan yang bertujuan akhir: mengantarkan dua manusia tanpa oksigen dalam pendakian gunung 8.000 meter pada 1975. Latihan yang begitu berat ternyata tak sia-sia.
Pasangan pendaki legendaris itu memilih Gasherbum I/Hidden Peak (8.068 meter/ 26.470 feet) di Pakistan. Dalam rangkaian 14 gunung tinggi dunia, gunung ini berada di urutan ke sebelas – berdasarkan tinggi puncaknya. Pemuncak pertama adalah Andrew Kaufman dan P. Schoening pada 1958.
Dengan hanya membawa 12 porter untuk mencapai kemah induk (base camp), Messner dan Habeler sukses menggapai puncak tanpa bantuan oksigen. Hebatnya lagi, mereka pun sukses membuka jalur baru: rute barat laut (northwest route). Dan ingat, rute baru ini bukan cuma untuk jalan naik tetapi juga sekaligus jalur turun.

Sejarah Baru
Usai pendakian itu, duet handal itu seperti tak sabar menyiapkan petualangan berikutnya. Tekad pun sudah terkepal di tangan: puncak Everest harus dapat ditembus tanpa bantuan oksigen.
Sejarah itu terjadi pada Mei 1978. Messner dan Habeler mendaki puncak lewat South Col. Mereka mendaki tanpa membawa tenda dan tentu saja, tanpa tabung oksigen. Tantangan alam yang amat berat, mampu dilewati. Selain latihan yang serius, keduanya punya ikatan yang kuat sebagai tim pendaki. Tanpa berbicara, mereka terus mendaki menuju puncak. Kadang-kadang, mereka saling berpandangan, melihat badan dan pikiran masing-masing.
Sebelumnya, Habeler sempat khawatir dengan serangan oksigen tipis di ketinggian yang dapat berakibat kerusakan otak dan kehilangan memori. Namun, dia dan Messner akhirnya mampu mencapai puncak. Habeler mengaku sangat letih secara fisik, namun hasrat memuncak yang begitu tinggi mampu mengalahkan segala. Karena takut terkena kerusakan otak, Habeler turun ke South Col hanya dalam waktu satu jam saja. Ia meluncur dengan kapak esnya.
Kisah petualangan pria kelahiran desa Villnos, Italia Selatan 17 September 1944 tak berhenti sampai di situ. Pada tahun yang sama, Messner meraih puncak Nanga Parbat (8.125 meter/26.660 feet) tanpa bekal tabung oksigen. Bagi para pelaku pendakian gunung, prestasi itu seolah tenggelam. Mereka justru penasaran dengan pendakian solo Messner dalam usaha mencapai puncak gunung yang ada di wilayah Pakistan itu. Ia mencapai puncak nomor sembilan hanya dalam waktu 12 hari.
Merasa dicuekin, dua tahun kemudian Messner kembali menciptakan sensasi. Pada 18-21 Agustus 1980, Messner sukses membuat rekor di Everest: mendaki solo dan tanpa tabung oksigen. Ia mulai mendaki sendiri dari advanced base camp di sisi utara.
Pada hari ketiga – dengan diliputi keletihan, Messner mampu berdiri di titik 8.848 meter itu. Meraih puncak seorang diri, Messner pun terduduk dan menangis. Hanya itu yang dapat dilakukannya. Saat tiba di kemah, Messner berucap terbata-bata, ”Saya tak dapat mengulanginya lagi. Saya telah mencapai batas kemampuan saya. Dan saya merasa bahagia.”
Rekor Messner tak berhenti sampai di situ. Pada 17 Oktober 1986, bersama Hans Kamerlander, Messner menerima suguhan secangkir kopi panas di kemah induk Lhotse (8.516 meter). Inilah sambutan yang diberikan kawan-kawan pendaki seusai menjejak puncak nomor empat dunia itu. Sekaligus menobatkan Messner sebagai orang pertama di muka bumi yang sanggup berdiri di 14 puncak dunia.
Usaha mencapai 14 puncak itu dilakoni Messner selama 16 tahun (1970 – 1986). Ketika menyelesaikan Lhotse usianya sudah mencapai 42 tahun. Dan ia terus memproduksi rekor-rekor baru dalam petualangan. Pada perayaan 50 tahun Everest diraih Hillary dan Norgay, Messner sempat hadir bersama sang istri. Reinhold Messner memang fenomena dalam kisah petualangan dunia.

Labels

3D (2) Add new tag (1) Adventure (22) Agen Elpiji (2) AI (1) Akses (1) Alam (3) anggrek (1) Animasi (2) Apache (1) Argopuro (1) Aritmatika (1) Asal Usul (1) Asisten (3) Askes (1) ATM (1) Bahaya (1) Band (1) Bandung (1) Baseball (1) Berita Sijunjung (13) BKMN (1) Blender (2) Blog (8) Blog Kompetisi (1) Blog Kontes (2) Blog Tutorial (5) Blog Tuturial (1) Blog UII (5) Blogger (1) Bom (1) Bumi ku (10) Caleg (1) Candi (2) Catatan Perjalanan Pendakian (9) Cerita (1) CMS (2) Contoh CV (1) Cv (2) Daerah (1) Daftar Isi (1) Danau (1) Database (1) Design (1) Document (1) DPC (1) DPRD Sijunjung (1) DPW (1) Dream Theater (1) Earth (1) ebook (1) Elpiji (1) Energi (1) Event (2) Expedition (1) Facebook (7) Facebook Lite (1) Film (1) FTI (4) Gizi (1) Grafika Komputer (2) Gunung (7) Gunung Argopuro (1) Gunung Lawu (2) Gunung Merapi (1) Gunung Sindoro (2) Hadiah (1) Hotel (1) Inbapala (2) Indonesia (5) Info (4) Informatika (8) Informatika Uii 2008 (26) International (1) internet (1) ISP (1) Jakarta (1) Jambore (2) Jambu lipo (1) Jamkesmas (1) jaringan Komputer (1) Java (1) Java Programming (2) Jawa (2) Jejak Petualang (2) JP (2) JPI (3) Judul Judul Skripsi (1) Jump break (1) Kaba dari Sijunjung (39) Kabupaten Sijunjung (8) Kacang Ijo (1) Kalender Akademik (1) Kampus Idaman (2) Kantor (4) karet (1) Kawah Putih (1) Kec Lubuk tarok (1) Kecerdasan Buatan (2) kemiskinan (2) Kerajaan (1) Kerajaan Jambu Lipo (1) Keras (1) Kerja (4) Kerja Keras Adalah energi kita (2) Kesehatan (1) Key in (1) KHS (1) Kiprah (1) Kita (1) Kompetisi (1) komputer (1) Konsumsi (1) Kontes (2) kuliah (9) Kuningan (1) Lab. Sirkel (1) LAMPP (1) Lingkugnan (1) Lingkungan (4) Linux (4) Lomba (1) Lomba Blog (1) Lomba blog UII (1) Lowongan (1) Lubuk Tarok (1) Manusia (1) Membuat CV (1) Merapi (1) Miasma (1) Mongol (1) Mountainering (7) Muncak Bareng (1) Music (2) Music Qu (2) My Room (2) My Scull (4) MySQL (1) Nagari (1) Negri Qu (2) News (4) Ngalau (1) Office (3) OOP (1) Oracle (1) PAC (1) Pameran (1) Pantai (1) PBO (1) Pecinta alam (1) Pekerjaaan (1) Pekerjaan (3) Pembangunan (2) pemilu (1) Pemograman (7) Pemograman Berorientasi Objek (4) Pemograman Web (4) Pemogramman Berorientasi Objek (1) Pendakian (6) Pendidikan (1) Pengahargaan (1) Pengghargaan (3) Penghargaan (2) Pepmograman (1) Perekonomian (1) Perguruan Tinggi (2) Pertamina (1) Petualang (2) PNPM-MP (1) Praktikum (3) Programmer (4) Project (2) Pulau (1) Pulau Sempu (1) Rafting (2) Rakyat Miskin (1) Read More (2) Referensi Skripsi (1) Rekrutmen (3) Review (1) Riwayat Hidup (1) Rolling Stones (1) Room (2) Samsung Led TV (3) Samsung TV (2) Scriptmedia (5) Segara anakan (1) Sejarah (4) Sekolah (1) Semester 4 (1) Semester IV (2) Sempu (1) Seni (1) SEO (2) Server (1) Server. (1) Sijunjung (24) Sindoro (1) Sirkel (1) Sistem (1) Sistem Operasi (2) Sistem Transaksi ATM (1) Skripsi (1) SMA (3) SMA 1 Sijunjung (2) SMAN 1 Sijunjung (2) Sniper (2) SO (1) Style (1) Suku (1) Surat (1) Surat Lamaran (1) Susu (1) Tamparungo (1) Tanaman Hias (7) Tanaman Langka (1) Tema (1) Temanggung (1) Themes (1) Tips (15) Trans 7 (1) Trik (3) Tugas (2) Tutorial (25) Tutorial blog (6) Twitter (1) Ubuntu (3) Uii (16) Unisys (1) Universitas Islam Indonesia (6) vanda sumatrana (1) Wanusa (1) Web (3) WEB 2009 (1) Website (9) Website Sijunjung (1) Widget (1) Wiki (1) Wisata (4) Wisata jumprit (1) Wisata Religi (1) Wordpress (6) Work (1) XAMPP (1)