Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts

Tuesday, June 30, 2009

10 Daerah Indonesia Tercemar Lingkungan


Bulan juni adalah bulan dimana dunia memperingati hari lingkungan hidup, tapi di Indonesia negara kita tercinta masih banyak daerah-daerah bahkan kota kota yang tercemar lingkungannya, menurut penelitian team Metro 10 dalam sebuah program acara di Metro Tv, daerah -daerah di Indonesia masih banyak yang tetrcemar. Berikut 10 daerah paling tercemar di Indonesia Raya :



  1. Hutan Kalimantan ( Kerusakan Hutan yang parah)

  2. Bahkan Indonesia Sempat dinobatkan urutan ke 3 di dunia mengenai kerusakan hutan.
    ini diakibatkatn oleh hutan kalimantan yang salah fungsi tak hanya itu Illegal logging pun juga menjadi salah satu penyebabnya.
  3. Surabaya (Sungai buatan Jagir yang salah fungsi)

  4. 3. Sidoarjo (Lumpur Lapindo)

  5. Bandung ( Tidak Adanya temapat pembuangan sampah akhir )

  6. Kali Ciliwung

  7. Medan ( Medan Merupakan Kekota ke 3 Terluas Di Inodnesia)

  8. Bantar Gebang (Tempat Pembuangan Sampah Akhir si Jakarta)

  9. Jakarta Utara (Sungai yang Banyak sampah)

  10. Aceh (Tsunami)

  11. Puncak bogor ( Rutinitas Banjir)

Itu lah 10 daerah yang paling tercemar di negri ini, meskipun masih banyak daerah dareah lain yang masih tercemar lingkungannya, sepertinya hari lingkungan hidup sedunia tidak membawa pengaruh ke arah yang lebih baik terhadap kesadaran rakyat, dengan suasana Pemilu ini kita semua berharap, siapapun presiden terpilih nanti, bisa mebawa Indonesia , memperbaiki sistem dan menanggulangi pencemaran di kota-kota bahkan daerah-daerah Indonesia, semua itu akan terlaksana dengan baik apabila kita sebagai rakyat bisa berkerjasama untuk melindungi lingkungan. Oleh karena itu dari mulai sekarang selamatkanlah lingkungan untuk hari esok yang lebih baik.

Saturday, June 13, 2009

First Award To My Blog

H

ari yang cerah, malam juga berbinatang berbintang , setelah liat liat nilai di Unisys , ku log in ke blogger ternyata ada sebuah comment dari seseorang yang bernama Tirta, dengan isi comment sbb : "Wah...ulasan yang menarik.... lestarikan alam ini karena kamu posting yang berbau ijo2..aku kasih award yang ijo2...ambil sendiri di blogku ya..

ku buka blog masnya, di posting paling atas terdapat posting yang berjudul penghargaan pertama ku ku baca posting itu, inti dari artikel tersebut adalah sang author memberikan penghargaan kepada teman temannya yang slalu peduli akan lingkungan dan kehijuaan. Penghargaan tersebut si beri nama betuah award, iconnya bagus. thanks to Tirta with Airbunga

Sunday, June 7, 2009

Hidupkan Lingkungan Hidup


L
ingkungan , ya kata yang tepat untuk mengawali posting ini, apa jadinya jika lingkungan kita rusak, sunyi, sepi, ngak ada hijau hijaunya, kotor dan penuh kesuraman? anda bisa membayangkan bila semau itu terjadi. tapi sapa yang mau lingkugan mereka jadi seperti itu. seandainya bisa memilih pasti semua orang akan menghidarinya, eehh kenyataanya tidak seperti itu, masih ada ja sebagian orang sampai sekarang ngak sadar sadar apa bahaya kerusakan lingkungan tersebut. nahh, dalam suasana Hari Lingkungan Hidup Se dunia ini, saya berusaha menyadarkan satu dari banyak orang yang belum sadar meski yang bisa saya lakukan untuk saat ini hanya membuat sebuah tulisan ini.
Pada posting sebelumnya tentang hari bumi. saya sedikit menjelaskan tentang asal usul Hari bumi , dan ternyata asal usul hari bumi tak jauh berbeda dengan asal usul Hari Lingkungan hidup Se dunia. bagi yang belum sempat membaca saya akan mengulasnya kembali.





Sedikit kembali ke masa lalu tepatnya pada tahun 1970. Pada tahun inilah asal usul hari bumi, bermula dari suatu kejadian di negara jepang tepatnya di teluk minamata. banyak penduduk disana menderita penyakit yang di duga akibat pencemaran lingkungan oleh unsure logam berat Merkuri atau air raksa. sehingga sekarang penyakit tersebut bernama penyakit minamata sesuai dengan asal muasalnya.

Peristiwa ini di picu oleh pencemaran air laut oleh sebuah industry kimia selama puluhan tahun membuang limbah Merkuri ke dalam laut mengakibatkan tercemarnya mahkluk laut seperti ikan , sifut dan kerang. tanpa disadari manusia dan hewan darat seperti kucing menjadi tempat terakhir penumpukan merkuri akibat mengkonsumsi ikan, kerang dan semua makhluk yang ada di minamata. Meskipun sekarang penyakit minamata tidak merajalalela namun pengalaman minamata dan bencana alam akibat ulah tangan manusia member kita pelajaran bahwa merusak bumi dan lingkungan itu bisa mengakibatkan malapetaka kerena prihatin terhadap kerusakan bumi, pada tangal 22 April 1970 Senator USA Gaylord Nelson memulai kegiatan peduli lingkungan, pada hari itu lah hari bumi pertama kali di canangkan.

 

Hari Lingkungan didasarkan dari Konferensi PBB mengenai Lingkungan hidup yang diselenggarakan pada tanggal 5 Juni 1972 di Stockholm,sehingga tanggal konferensi tersebut ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia juga ikut terlibat dalam konferensi tersebut dengan hadirnya Prof. Emil Salim yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bappenas.



yah , begitu lah sedikit penggalan cerita tentang Asa Usul hari bumi dan Lingkungan Hidup. sekarang apakah anda ngak ingin lingkungan anda nyaman, bersih, hijau dan enak dipandang?


Apakah anda ngak ingin seperti sang senator Mas nelson yang melakukan kegiatan kegiatan peduli lingkungan?

semuah jawabannya ada di tangan dan dihati anda....!!!!!!!!!!!!

Sunday, April 26, 2009

Menyelusuri Jejak-Jejak Keajaiban Di ‘”Nagari Seribu Pesona”


S
ejalan Pemerintah menetapkan tahun 2009 ( Visit Indonesia Year 2009 ), Indonesia yang kaya dengan obyek wisata alam, cagar budaya, lebih jauh harus dioptimalkan promosi obyek-obyek wisata yang belum tersentuh oleh Wisatawan Manca Negara ( Wisman ). Salah satu obyek wisata yang kerakteris keunikannya tidak dijumpai didaearah lain termasuk keajaibannya di Nagari Paru Kec Sijunjung Kab Sijunjung Prov Sumatera Barat ( menyelusuri jejak- jejak keajaiban Nagari Seribu Pesona).

Barangkali di Era Gliobalisasi & Computerisasi banyak orang beranggapan tidak percaya dengan adanya Mistik yang Sakral atau keanehan yang masih ada dan sebuah mitos cerita masyarakat sejak turun temurun yang betul-betul terjadi. Bukan berarti kita sebagai umat terutama beragama Islam yang dilandasi dengan Iman & Taqwa menduakan adanya Tuhan Allah SWT. Dari rangkuman- rangkuman kejadian di Nagari Pesona dipercaya oleh masyarakat setempat memang betul-betul terjadi .

Iskandar ( 41) tahun mantan Walinagari Paru dan Ketua Kolompok Petani Peduli Hutan ( KPPH ) Nagari Paru 6 Juni 2007 mendapat Kalpataru atas keberhasilan mempertahankan kelestarian Rimbo Larangan seluas 4500 hektar, memaparkan kepada natrasumber baru-baru ini sbg :
Suatu kejadian pada bulan Mei 2007, di daerah Mudik Mangan masih dalam kawasan Rimbo Larangan ada pelintasan harimau memang dibenarkan. Bukan cuma cerita yang dibuat-buat atau dibesar-besarkan. Salah satu pengalaman yang membuat nyali kecut dan bulu kuduk langsung merinding dialami oleh Saleh ( 40 ) tahun pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2007 sekitar pukul 09.00 Wib dari Paru - Sijunjung yang menempuh jarak 36 Km, kebetulan setiap hari Kamis adalah hari Pekan-pekan atau hari Pasar Sijunjung. Sesampainya di ujung jalan tanjakan yang sudah di rigit beton daerah bukit batabuh 2 Km dari Paru tiba-tiba seekor Inyiak Balang ( sebutan harimau bagi warga setempat ) dengan ukuran panjang 2 meter melompat dan melintas dari semak-semak Rimbo Larangan. Saleh terkejut begitu juga harimau itu. Dengan rasa ketakutan badan Saleh lansung menggigil, harimau tidak juga pergi malah duduk sigap ditepi jalan sekitar hampir 7 menit. Seumpama Saleh membawa Hp atau camera dan nyalinya tidak ciut bisa diabadikan dengan mengambil fotonya. Namun Saleh yang masih dalam cengeraman ketakutan masih dalam keadaan menggigil badannya diatas sepeda motor bebek. Tidak beberapa lama tersentak setelah terdengar bunyi klakson mobil Lk. 300 angkutan pedesaan arah ke Pasar Sijunjung. Harimaupun terkejut lalu melompat sejauh 3 meter . kelembah bukit Batabuh.
Nah inilah suatu kejadian yang dialami oleh Saleh Warga Nagari Paru, tutur Iskandar.

Harimau Lebih Pintar.
Iskandar juga menuturkan pengalaman yang lain, sewaktu musim durian kebetulan daerah Rimbo Larangan banyak pohon durian yang umurnya sudah tua-tua, bahkan ada batang durian diameternya kurang lebih 3 m. masyarakat Nagari Paru sering mencari durian.di Rimbo Larangan . Secara adat-istiadat durian yang bisa diambil durian yang sudah jatuh dari batang pohonnya. Siapapun yang mendapatkannya berarti itu rejeki orang tersebut, walau itu dikebun orang atau dikawasan hutan. Pada umumnya pencari durian memasuki Rimbo Larangan malam hari, sudah membuat pondok dekat batang durian yang sedang berbuah lebat. , Sebelum wardhu sholat Subuh saya sudah sampai di bawah salah satu batang durian di Rimbo Larangan dan tampaklah 3 buah durian itu dikumpulkan oleh harimau dan sudah dibukanya. Harimau juga sangat suka dengan buah durian. Anehnya tidak satupun biji buah durian itu tergores oleh taring maupun gigi harimau.Inilah salah satu kelebihan harimau dari pada orang, kalau orang memakan buah durian pasti ada bekas goresan gigi di biji buah durian, tutur Iskandar.

Harimau Minta Ikan.
Kalau ada orang mencari ikan di sungai yang mengalir kawasan Rimbo Larangan, tiba tiba ada yang melempar dengan tanah kedalam sungai, berarti itu harimau mau minta ikan. Kalau sudah tau isyarat dari harimau, lemparkan saja 1 ekor ikan kemudian harimau itu pergi.

Harimau Penunjuk Jalan Dikalau Orang Tersesat Dalam Rimbo Larangan.
Apabila kita masuk ke kawasan hutan terutama Rimbo Larangan, entah itu sedang melakukan aktifitas pengukuran hutan, mencari getah rotan dan lainnya, hari sudah larut senja, tidak tau arah jalan keluar, meskipun rintisan jalan awal sudah ditandai dengan cat pilok tak diketemukan lagi kita tersesat dalam hutan, harimaulah yang akan menuntun kita kerluar dengan tanda-tanda ranting-ranting kayu yang dipatahkan, ikuti saja patahan-patahan ranting kayu tersebut, nanti akan ketemu jalan keluarnya tidak tersesat lagi dalam hutan.

Black Phanter Sumatra Masih Ada.
Harimau hitam selalu yang besarnya tidak sebesar harimau loreng di kawasan Rimbo Larangan Nagari Paru masih ada. Menurut cerita orang tua-tua di Nagari Paru, konon kalau ada harimau lain masuk ke daerah hutan Paru, diusirnya. Tanda-tandanya terdengar lengkingan dan auman harimau hitam. Seandainya sepasang suami istri sudah bercerai , namun mantan suaminya sering mendatangi jandanya ( bersekingkuh ), harimau hitam memberikan ab-aba dengan auman yang lain lengkingannya, atau harimau hitam itu masuk dalam perkampungan, dengan tanda-tanda dimana ditempat tanah yang becek& lunak ada bekas jejak telapak kaki harimau hitam, maka dengan tanda-tanda tersebut Monti Dulu Balang ( sesepuh adat ) siap melakukan investigasi terhadap cucu kemenakan yang melakukan kesalahan.
3 lokasi yang dihuni harimau hitam di kawasan hutan Nagari Paru , menurut keterangan pak Griwo salah satu sesepuh di Nagari Paru, antara lain di daerah Mudik Mandi Angin, Hulu Mudik Paru,dan di Gunung Tunggal. Di Gunung Tunggal ini juga ada sebuah Ngalau ( goa ) sarang orang Bunian ( makhluk halus ).

Bunyi Siamang di Malam Hari Bawa Pertanda.
Terdengar bunyi/suara Siamang dimalam hari lengkapnya di Gunung Payung yang merupakan gunung yang tertinggi di Nagari Paru dan gunung yang sangat keramat dan penuh misteri, pertanda akan menghadapi perkara di kampung. Bunyi suara Siamang terdengar di Gunung Halaman malam hari, pertanda akan ada orang meninggal dunia di kampung. Terdengan bunyi suara Siamang di Gunung Pincuran pertanda ada orang mati darah. Bunyi suara Siamang di malam hari di Gunung Talago, pertanda ada orang meningggal/mati muda.

Subarang Masjid Tempat Sakral.
Tempatseakral untuk minta do’a mengharapkan datangnya hujan maupun mendo’a sehabis keberhasilan panen padi sawahnya, berlokasi di Subarang Masjid 500 m dari pasar Nagari Paru. Itulah kejadian-kejadian aneh di Nagari Seribu Pesona yang berhasil ditelusuri Koresponden Suara Bumi Sumatera Barat Priyono.

Saturday, April 25, 2009

Menyelusuri Rona Hijau Keaneragaman Hayati

K ab Sijunjung dengan luas 312.040 Ha, 70% adalah kawasan hutan. Letak geografisnya banyak perbukitan berbatuan marmer dan kuarsa yang menjulang tinggi, kokoh dan tegar di puncaknya, mencapai ketinggian berkisar 1200 – 1500 m dpl, sangat kaya keanekaragaman hayati terutama spesies anggrek alamnya, sungguh sangat luar biasa sekali. Sayangnya Pihak Pemkab Sijunjung dengan institusi yang terkait sama sekali belum pernah melakukan explorasi keanekaragaman hayati , mengidentifikasi dan menginfentarisasi terutama spesies anggrek alamnya. Sehingga berbagai jenis spesies anggrek alam ( New Record ) atau lokasi baru ( New Spot ) dan jenis baru ( Spesies Nova ) yang dalam catatan baru spesies anggrek alam Indonesia belum terkuak misterinya.

Ternyata semua itu sudah dilakukan penelitian oleh
Kelompok Pecinta Alam Kab Sijunjung Wahana Nusantara Adventurir ( WANUSA ) yang diketuai oleh Raja Sawer perintis dan praktisi lingkungan, penyelamat spesies anggrek alam dari tahun 2003 sampai sekarang, kurang lebih hampir 100 spesies anggrek alam yang sudah di identifikasi dan dibudidayakan untuk penelitian dan penyelamatan kerusakan hutan akibat ulah tangan-tangan tak bertanggung jawab merambah hutan . Raja Sawer yang sangat peduli kelestarian lingkungan dengan modal kemauan keras dan kepuasan batin terpanggil untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati baik itu didaerah hutan konservasi Pangean 1 maupun diluar Kawasan hutan konservasi di Kab Sijunjung , tanpa bantuan dana dari pihak manapun.

Kepedulian LIPI Pusat Konsesvasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor pada 18 Agustus – 6 September 2005 pernah melakukan explorasi spesies anggrek alam di Nagari Solok Amba lengkapnya di Hutan Suaka Alam Pangean 1 yang pada malam hari suhu udara mencapai 22,29 derajat Celsius dan pada siang hari 20,22 derajad Celsius. Luas kawasan SA Pangean 1= 12.200 Ha dengan ketinggian 400 - 430 m dpl .Dalam penelitian tersebut di ketuai oleh Dr. Irawati yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Pusat Koordinator Proyek Pelestarian Litbang Flora – Fauna Indonesia dan Dra. Sri Hartini selaku penanggung jawab kegiatan Explorasi Flora Nusantara di Sumatera Barat lengkapnya hutan SA Pangaean 1 yang sebagian besar masih daerah Kec Sijunjung.

Hasil exprolasi spesis anggrek alam di Nagari Solok Amba tersebut memberikan nilai positif ilmu pengetahuan. 24 jenis spesies anggrek alam memiliki kesamaan dengan anggrek di Pulau Jawa, 41 % anggrek ephidemik Sumatera, 38% juga terdapat di Kalimantan dan 17 % belum diketahui jenisnya.

Spesies anggrek Coelogyne asperata , Coelodyne rochusseni de Vriese,coelogyne speciosa , Dipodium pictum, paphiopedilum tonsum, Victoria-regina, Phalanopsis cornu-cervi, Phalaenopsis Mani’i, Bulbophyllum lobbii,Bulbophylum auratum, Machodes phitola, Vanda sumatrana,acriopsis liliifolia, Spathoglotis aurea, Grammatophylum sp, oncidium
Masih banyak jenis anggrek lainnya baik yang tumbuh epifit, anggrek tanah maupun yang tumbuh di celah bebatuan tebing pinggang perbukitan yang belum diketahui spesiesnya.

Jenis anggrek bulbophyllum dan coelogyne sangat banyak ragamnya diketemukan di kawasan hutan Kab Sijunjung . Bulbophyllum auratum salah satu anggrek epifit yang tumbuh simpodial, Rozom bercabang, tumbuhnya menjalar di batang pohon bahkan di lereng bukit berbatuan juga mau tumbuh. Umbinya berwarna hijau pupus, dengan panjang berkisar 1,8- 2 cm, Jarak umbi satu dan lainnya sekitar 2-2,2 cm itu tergantung pada kesuburan pertumbuhan umbi. Warna daunnya bulat lonjong, tebal dengan panjang 7-12 cm, lebar daun 2-3,5 cm, kuntum bunganya punya karakteris tersendiri seperti bentuk setengah payung Bali berwarna merah maron pekat dan pucat. Bulbophyllum auratum tumbuh didaerah pegunungan/perbukitan dengan ketinggian `1000 – 1200 M dpl, di daerah Sisawah Kec. Sumpur Kudus banyak diketemukan dan pupulasinya sangat banyak sekali.

Bulbophyllum lobbii ini salah satu anggrek alam yang sangat unik sekali. Kalau dipandang secara prestektif seperti sebuah wujud burung kuwau, kalau tersentuh tangan atau tertiup semilir angin, secara refleksi mahkota bunganya bergoyang-goyang. Batang umbi dari anggrek ini berwarna hijau pucat pupus daun pisang, dan umbinya ( nodus ) jaraknya jarang-jarang tidak rapat,tumbuh epifit, daunnya berdaun tunggal, bunganya tumbuh disela-sela umbi batangnya, panjang tangkai bunga berkisar 10-16 cm. Bunganya berukuran cukup besar bisa mencapai 9 cm . Warna bunganya merupakan sebuah aplikasi perpaduan warna secara alami antara kuning ditengah, coklat kemerah maron di sayapnya dan pada ujung bunga seperti merupakan ekor burung berwarna coklat merah maron, aromanya cukup harum. Di Kab Sijunjung daerah yang banyak tumbuh Bulbophyllum lobbii, penyebarannya di Nagari Whater Hoot ( Aia Angek ) , Solok Amba, Silokek, Rimbo Larangan Paru,Durian Gadang, Tanjung Lolo, Sisawah, Kabun, Sumpour Kudus.

Anggrek Coelogyne asperata merupakan spesises anggrek alam tumbuh epifit dihutan frimair , di puncak bukit bebatuan walaupun terkena pencahayaan 80 % juga tumbuh dengan subur. Batang umbinya berukuran besar warna hijau ber kerunyit garis dari dasar batang sampai pucuk batang umbi, yang subur bisa sebesar lengan orang.Daunnya memang panjang bentuk daunnya seperti daun cikal kelapa namun panjangnya 60 – 120 cm, tangkai daunnya bisa mencapai 20 -40 cm. Tankai bunga muncul di sela umbi/batang bawah , ujungnya agak melengkung/condong dengan panjang batang bunga berkisar 35-50 cm , kuntum bunganya tersusun rapi berjumlah hampir 50 kuntum. Warna bunganya putih kekuningan dengan mahkota berwarna cokelat Aroma bunganya sangat harum sekali, bila di suling bisa menjadi bahan parfrum.
Penyebarannya tumbuh anggrek ini pada ketinggian 400-600 M dpl di Nagari Solok Amba , Paru dan Aia Angek banyak diketemukan .

Tanaman Hias Langka Ditemukan

K
eberhasilan Kelompok Petani Peduli Hutan (KPPH) Nagari Paru Kab Sijunjung dalam melestarikan Rimbo Larangan seluas 3500 hektar dengan diikat Pernag (Peraturan Nagari) pada tahun 2001, memang tampak membawa hasil yang positif. Kelompok Petani Peduli Hutan (KPPH) ini di ketuai oleh Iskandar dibawah binaan Wahana Nusantara Adventurir (Wanusa) Sijunjung yang di gawangi oleh Priyono dan Dinas Kehutanan & Lingkungan Hidup Kab Sijunjung, KPPH mendapatkan Anugerah Kalpataru pada bulan Juni 2007 lalu, salah satu penganugerahan penghargaan yang tertinggi dari Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono bagi para penyelamat kelestarian lingkungan. Keberhasilan ini perlu diacungkan jempol untuk KPPH Nagari Paru Kec Sijunjung Kab Sijunjung termasuk yang terkait sebagai motivator penunjang keberhasilan ini.

Masih berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati di Rimbo Larangan Paru Nagari Paru yang sudah dideklarasikan oleh KPPH “ Nagari Seribu Pesona”. Salah satu penyelamat lingkungan bidang keanekaragaman hayati Priyono (51), sudah seringkali melakukan penelitian mengidentifikasi tumbuhan/keanekaragaman hayati kekayaan di Rimbo Larangan. Dan hasilnya juga mulai tampak seberkas kecerahannya. Sekitar bulan Juni 2008 berhasil menemukan jenis tanaman epifit paku-pakuan Asplenium Nidus sisik ular. Karakter tanaman ini memang tumbuhnya didaerah yang mempunyai kelembaban yang sangat tinggi, hanya membutuhkan pencahayaan matahari sekitar 45%. Ciri khas dari tanaman Asplenium Nidus sisik ular, daunnya memanjang seperti asplenium nidus lain, namun pada daun bagian bawah bercorak seperti sisik ular itupun tembus dipandang, apabila dilihat sampai kepermukaan daunnya. Panjang daun bisa mencapai sekitar 60-70 cm lebar 10-15 cm tergantung kesuburannya.

Di Rimbo Larangan juga ditemui tanaman Asplenium nidus ekor tikus, tanaman ini tergolong jarang ditemukan. Dan masih banyak ditemukan spesies nova ( penemuan spesies tanaman baru) asplenium nidus yang lain yang masih dalam penelitian. Kalau di hitung-hitung tumbuhan asplenius nidus di Rimbo Larangan sangat banyak sekali, untuk mengetahui jenisnya memang perlu dilakukan identifikasi dan inventarisasi , dimasukkan didalam catalog khusus asplenium nidus,. Selain spesies asplenium sisik ular, juga diketemukan bunga bangkai jenis Amorphopalus titanum yang sedang mekar, dengan ketinggian dari Muka Tanah (MT) 2,5 meter, rentang kemekaran kelopak bunga 2,5 meter, warna bunganya lila dan kuning masak, tutur ketua Walhi tersebut.
Ditempat terpisah, mantan Wali Nagari Paru juga Ketua KPPH Iskandar ketika di konfirmasikan masalah tanaman Asplenium nidus/Kadaka sisik ular, “baru kali ini saya melihat tanaman kadaka sisik ular. Inilah salah satu kekayaan alam di kawasan Rimbo Larangan. Selain itu kehidupan fauna/satwa yang dilindungi juga masih banyak, diantaranya harimau Sumatera, beruang, siamang, ungkou, ular dan lain sebagainya”, ungkap Iskandar.

Thursday, November 13, 2008

Species Anggrek Vanda Sumatrana Very Wonderfulll


Kekayaan sumber daya alam Kabupaten Sijunjung khususnya spesies anggrek alam sangat mengagumkan sekali. Dari hasil penelitian KPA Wahana Nusantara Adventurir ( WANUSA ), salah satu jenis spesies anggrek alam Vanda Sumatrana, bila musim berbunga tiba akan mengeluarkan bau yang harum, very wonderfull.

Bunganya sebesar bunga kamboja terdiri 5 kelopak bunga dengan ciri khas warna bunganya cokelat tua bertotol-totol kuning dan tahan lama. Spesies anggrek ini jenis tanaman epifit. Tumbuh menempel di pepohonan atau menempel di tebing berbatuan yang sangat terjal atau di pepohonan besar, memang susah untuk mendapatkannya. Tumbuhnya mudah, dengan memakai media pakis, tidak memerlukan udara dengan kelembaban yang tinggi. Spesies anggrek alam Vanda Sumatranda ini, untuk ke depan bisa sebagai primadona Sijunjung. Karena.... dikawasan hutan lindung maupun hutan konservasi masih banyak ditemukannya jenis yang satu ini. Sudah saatnya Pemkab Sijunjung mengadakan suatu penelitian kekayaan sumber daya alam spesies anggrek alam, apakah menunggu dulu hutan-hutan itu habis dijadikan lahan perkebunan atau pembalakan liar. Demikian juga DPRD Kab Sijunjung harus merespon tentang kekayaan sumber daya alam berupa spesies anggrek alam, dimasa akan datang bisa memberikan kontribusi terhadap keuangan daerah. Untuk kerjasama melakukan penelitian WANUSA selalu siap kapanpun.

Sebetulnya Kab Sijunjung itu kaya, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya mineral, belum lagi kekayaan yang diberikan oleh Allah yang maha kuasa yaitu lokasi-lokasi obyek wisata alam, yang baru skala kecil terperhatikan oleh Pemeintah daerah. Kita bisa mengemas berbagai kegiatan wisata alam dengan nilai jual kepada Wisatawan bekerja sama dengan Biro Travel baik yang ada di Sumbar maupun diluar Sumbar mendatangkan Wisatawan. Namun tentunya segala sesuatu perlu persiapkan terlebih dahulu ,dengan konteks perencanaan secara matang. Langkah langkah kedepan yang harus dilakukan, termasuk pembuatan Etnografi, karena dari hasil penelitian baik itu Kabupaten/Kota di Sumbar ini belum ada yang membuat Etnografi.

Labels

3D (2) Add new tag (1) Adventure (22) Agen Elpiji (2) AI (1) Akses (1) Alam (3) anggrek (1) Animasi (2) Apache (1) Argopuro (1) Aritmatika (1) Asal Usul (1) Asisten (3) Askes (1) ATM (1) Bahaya (1) Band (1) Bandung (1) Baseball (1) Berita Sijunjung (13) BKMN (1) Blender (2) Blog (8) Blog Kompetisi (1) Blog Kontes (2) Blog Tutorial (5) Blog Tuturial (1) Blog UII (5) Blogger (1) Bom (1) Bumi ku (10) Caleg (1) Candi (2) Catatan Perjalanan Pendakian (9) Cerita (1) CMS (2) Contoh CV (1) Cv (2) Daerah (1) Daftar Isi (1) Danau (1) Database (1) Design (1) Document (1) DPC (1) DPRD Sijunjung (1) DPW (1) Dream Theater (1) Earth (1) ebook (1) Elpiji (1) Energi (1) Event (2) Expedition (1) Facebook (7) Facebook Lite (1) Film (1) FTI (4) Gizi (1) Grafika Komputer (2) Gunung (7) Gunung Argopuro (1) Gunung Lawu (2) Gunung Merapi (1) Gunung Sindoro (2) Hadiah (1) Hotel (1) Inbapala (2) Indonesia (5) Info (4) Informatika (8) Informatika Uii 2008 (26) International (1) internet (1) ISP (1) Jakarta (1) Jambore (2) Jambu lipo (1) Jamkesmas (1) jaringan Komputer (1) Java (1) Java Programming (2) Jawa (2) Jejak Petualang (2) JP (2) JPI (3) Judul Judul Skripsi (1) Jump break (1) Kaba dari Sijunjung (39) Kabupaten Sijunjung (8) Kacang Ijo (1) Kalender Akademik (1) Kampus Idaman (2) Kantor (4) karet (1) Kawah Putih (1) Kec Lubuk tarok (1) Kecerdasan Buatan (2) kemiskinan (2) Kerajaan (1) Kerajaan Jambu Lipo (1) Keras (1) Kerja (4) Kerja Keras Adalah energi kita (2) Kesehatan (1) Key in (1) KHS (1) Kiprah (1) Kita (1) Kompetisi (1) komputer (1) Konsumsi (1) Kontes (2) kuliah (9) Kuningan (1) Lab. Sirkel (1) LAMPP (1) Lingkugnan (1) Lingkungan (4) Linux (4) Lomba (1) Lomba Blog (1) Lomba blog UII (1) Lowongan (1) Lubuk Tarok (1) Manusia (1) Membuat CV (1) Merapi (1) Miasma (1) Mongol (1) Mountainering (7) Muncak Bareng (1) Music (2) Music Qu (2) My Room (2) My Scull (4) MySQL (1) Nagari (1) Negri Qu (2) News (4) Ngalau (1) Office (3) OOP (1) Oracle (1) PAC (1) Pameran (1) Pantai (1) PBO (1) Pecinta alam (1) Pekerjaaan (1) Pekerjaan (3) Pembangunan (2) pemilu (1) Pemograman (7) Pemograman Berorientasi Objek (4) Pemograman Web (4) Pemogramman Berorientasi Objek (1) Pendakian (6) Pendidikan (1) Pengahargaan (1) Pengghargaan (3) Penghargaan (2) Pepmograman (1) Perekonomian (1) Perguruan Tinggi (2) Pertamina (1) Petualang (2) PNPM-MP (1) Praktikum (3) Programmer (4) Project (2) Pulau (1) Pulau Sempu (1) Rafting (2) Rakyat Miskin (1) Read More (2) Referensi Skripsi (1) Rekrutmen (3) Review (1) Riwayat Hidup (1) Rolling Stones (1) Room (2) Samsung Led TV (3) Samsung TV (2) Scriptmedia (5) Segara anakan (1) Sejarah (4) Sekolah (1) Semester 4 (1) Semester IV (2) Sempu (1) Seni (1) SEO (2) Server (1) Server. (1) Sijunjung (24) Sindoro (1) Sirkel (1) Sistem (1) Sistem Operasi (2) Sistem Transaksi ATM (1) Skripsi (1) SMA (3) SMA 1 Sijunjung (2) SMAN 1 Sijunjung (2) Sniper (2) SO (1) Style (1) Suku (1) Surat (1) Surat Lamaran (1) Susu (1) Tamparungo (1) Tanaman Hias (7) Tanaman Langka (1) Tema (1) Temanggung (1) Themes (1) Tips (15) Trans 7 (1) Trik (3) Tugas (2) Tutorial (25) Tutorial blog (6) Twitter (1) Ubuntu (3) Uii (16) Unisys (1) Universitas Islam Indonesia (6) vanda sumatrana (1) Wanusa (1) Web (3) WEB 2009 (1) Website (9) Website Sijunjung (1) Widget (1) Wiki (1) Wisata (4) Wisata jumprit (1) Wisata Religi (1) Wordpress (6) Work (1) XAMPP (1)