Friday, October 31, 2008
Indonesia Dalam Jeritan Perjalanan Menuju puncak kemerdekaan
Thursday, October 30, 2008
Content Management Sytem "CMS"
Latar belakang article ini sebenarnya karena diriku di kasih tugas kuliah PTI ma pak Beni kali in membahas tentang CMS.
Pertanyaan pertama yang mungkin muncul di benak seseorang ketika mendengar serangkaian kata Sistem manajemen konten (Inggris: content management System, disingkat CMS) adalah, apakah sebenarnya Content Management System itu? Nah, dalam kesempatan ini saya akan berusaha menerangkan pengertian CMS ditinjau dari berbagai segi.
Secara umum CMS dapat diartikan sebagai perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Seperti yang kita ketahui, ‘contents’ merupakan salah satu urat nadi dari kehidupan sebuah website. Tanpa ‘contents’ dapat dipastikan tidak ada website. Sebuah website yang dikelola dengan baik pasti akan selalu berusaha menampilkan ‘contents’ terbaru bagi para pengunjungnya. Lalu apa yang dimaksud dengan ‘content’ sebenarnya? Pada dasarnya ‘content’ adalah sebuah unit informasi yang digunakan untuk membentuk sebuah halaman di website. Dapat terdiri dari apa saja; teks, gambar, video, suara, dan lain sebagainya. Harap dibedakan juga antara sebuah ‘content’ dengan sebuah dokumen. Dua hal yang serupa tapi tidak sama.
Dari ‘contents’ yang sudah ada tadi, kemudian diatur sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah website. Untuk memudahkan pekerjaan, sering kali aturan-aturan dan proses kerja pun dibuat antara seorang webmaster yang lebih memperhatikan sisi teknis dan penampilan dari website dengan seorang penulis/editor yang menyumbangkan ‘contents’ untuk website. Dalam arti kata lain, manajemen terhadap ‘contents’ yang akan ditampilkan. Baik webmaster maupun penulis/editor dapat membuat, mengedit, mengatur dan mempublikasikan sebuah ‘content’ dalam framework/sistem yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Framework atau sistem, tempat di mana ‘contents’ itu diletakkan menfasilitasi ‘perkakas-perkakas’ yang dibutuhkan untuk menjaga konsistensi proses pembuatan halaman-halaman di website secara efisien dan efektif.
Bila semua informasi diatas kita gabung menjadi satu, dapatlah disimpulkan, CMS adalah sebuah sistem yang memudahkan proses penciptaan sebuah website dinamis yang kaya akan ‘contents’, dengan memberikan kemudahan kepada penulis/editor untuk menambah, memperbaharui dan menghapus ‘content’ yang ada tanpa campur tangan langsung dari webmaster. Sebuah CMS akan membedakan ‘contents’ dari desain, memelihara konsistensi tampilan dan memudahkan pemanfaatan ‘contents’ untuk berbagai keperluan. Dengan menyimpan data di satu tempat, mengontrol hak akses dan alur kerja memperbesar kesempatan pemakai berpartisipasi dalam pengembangan website anda. Terlebih lagi bila website tersebut terus berkembang dan memiliki kompleksitas tinggi. Tentunya, semua bantuan akan sangat diharapkan, bukan begitu
Sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:
1. Aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
2. Aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).
Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.
Berikut dibawah ini pemanfaatan CMS:
• Website perusahaan, bisnis, organisasi atau komunitas.
• Portal
• Galeri foto
• Aplikasi E-Commerce.
• Mengelola website pribadi / blog.
• Dan lain-lain.
Salah satu perangkat lunak Content Management System yang dikenal luas yaitu MediaWiki, perangkat lunak yang dipakai di Wikipedia dan proyek-proyek sejenis
Sedikit beralih ke beberapa waktu lalu, ketika website dibuat hanya oleh seseorang webmaster saja, cukup mudah untuk membuat beberapa halaman website statis. Seiring berjalannya waktu fungsi website berkembang menjadi fasilitas untuk menampilkan brosur elektronik dan menyebabkan meningkatnya penggunaan intranet, ekstranet juga internet. Pertukaran informasi internal dan eksternal organisasi telah mengubah wajah dunia internet sejak itu.
Teknologi dan metode lama untuk membangun halaman web tidak hanya menghabiskan banyak waktu tetapi juga tidak efisien dan memakan biaya yang besar. Contohnya, mengubah kata pada halaman web dengan metode lama harus dilakukan oleh seseorang yang mengerti HTML. Proses ini bukan hanya menghambat seluruh pembuatan informasi dan isi oleh webmaster tapi juga tidak efektif karena banyak waktu yang terbuang. Bandingkan dengan CMS yang dapat mengubah apapun hanya melalui halaman administrator.
Keinginan meningkatkan jumlah informasi dalam website dan kebutuhan untuk menggabungkan sistem menjadi lebih besar dan kompleks kedalam proses web publishing telah mengubah situasi ini menjadi suatu kesimpulan bahwa pengelola website tidak lagi dapat menampung permintaan yang terus meningkat. Mereka akan kewalahan dengan permintaan yang tiada habisnya.
Situasi ini tidak berbeda jauh dengan keadaan di tahun 60-an ketika kita masih menggunakan mesin ketik untuk membuat dokumen. Kenyataannya setelah itu menyebabkan dibuatnya sistem pengolah kata. Dengan situasi yang sama, akhirnya banyak yang menyadari bahwa CMS medatangkan banya keuntungan. Perusahaan yang tidak memilih untuk mempelajari teknologi baru ini akan menyesal dan ketinggalan (sama seperti dulu ketika banyak yang enggan mempelajari sistem pengolah kata dibanding menggunakan mesin ketik manual).
Websitenya akan menjadi terhambat, ketinggalan berita dan jarang ter-update. Efeknya terlihat ketika pengunjung tidak lagi mau mengakses website dengan informasi yang sama. Dunia insan Webmaster atau tim website menjadi alternatif cara untuk mememasukkan informasi kedalam website.
Setelah kita tahu sedikit keuntungan dari CMS, sekarang saya mencoba sedikit menjelaskan manfaat dari CMS tersebut, Beberapa manfaat dari penggunaan CMS dapat dijabarkan sebagai berikut:
- Manajemen data
- Mengatur siklus hidup website
Mendukung web templating dan standarisasi
Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website.
- Personalisasi website
- Sindikasi
- Akuntabilitas
CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:
a. Mengelola website pribadi.
b. Mengelola website perusahaan/bisnis.
c. Portal atau website komunitas.
d. Galeri foto, dan lain sebagainya.
e. Forum.
f. Aplikasi E-Commerce.
g. Dan lain-lain.
Setelah kita mengetahui apa itu CMS, keuntungan dan manfatnya, masuk pada bahasan terakhir artikel ini ,saya akan ,mencoba memberikan sedikit tips bagaimana cara memilih CMS yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda sekaligus memperoleh manfaat yang optimal darinya.
1. Kenalilah terlebih dahulu tujuan dan target yang hendak dicapai dengan penerapan CMS beserta strategi-strategi yang dibutuhkan. Bila dapat ajaklah semua pihak yang berkepentingan untuk bermusyawarah bersama. Kemudian rumuskanlah di atas kertas dan usahakan memiliki proyeksi yang jauh ke depan.
2. Mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan yang anda miliki secara organisatoris, seperti berapa jumlah penulis/editor/pengguna yang ada, lokasi geografis dari pengguna, kemampuan teknis yang dikuasai, jenis isi yang akan dipublikasikan, dan lain sebagainya. Perlu diingat juga, setiap orang memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Cobalah untuk mencari jalan tengah guna menjembatani perbedaan ini.
3. Menjabarkan kebutuhan teknis yang diinginkan dan yang telah dimiliki, serta waktu yang dialokasikan untuk mengelola CMS. Yang termasuk di sini antara lain berapa jumlah personal IT yang bekerja di organisasi anda beserta keahlian yang dikuasai, hardware dan software yang dimiliki, dan lain sebagainya.
4. Sebuah prinsip yang harus diperhatikan untuk dua poin di atas, ‘lebih baik lebih dari pada kurang’. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diduga di masa yang akan datang.
5. Menentukan jumlah biaya yang akan dikeluarkan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang nantinya.
6. Setelah tujuan, strategi dan kebutuhan baik secara organisatoris maupun teknis telah teridentifikasi dengan baik, inilah saatnya untuk menentukan jenis CMS apa yang akan dipakai. Saat ini terdapat dua jenis CMS di pasaran, CMS Komersial dan CMS Open Source
7. Pilihlah CMS yang paling dapat memenuhi semua kriteria yang telah anda tentukan sebelumnya. Tentunya setelah disesuaikan dengan kemampuan finansial anda, mengingat implementasi dari CMS bukanlah suatu hal yang murah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:
• Mengadakan tender, undanglah penyedia CMS yang anda minati untuk mengikuti tender dan minta mereka memberikan penawaran terbaiknya kepada anda sebagai bahan pertimbangan.
• Melalui demonstrasi langsung dari produk CMS yang ada di pasaran. Dari sini anda dapat melihat dengan mata kepala sendiri, produk mana yang terbaik bagi anda.
• Berdasarkan survey yang dilakukan oleh organisasi profesional independen/konsultan CMS. Secara periodik mereka menyusun daftar CMS beserta kelebihan dan kekurangannya, sehingga memudahkan anda mengadakan seleksi tanpa harus berhubungan langsung dengan para penyedia CMS yang terdapat di daftar tersebut.
• Melalui search engine, mailing list, atau dari mulut ke mulut. Metode ini merupakan metode yang paling mudah untuk dilakukan dan juga tidak mahal. Kekurangannya adalah informasi yang anda peroleh bisa jadi kurang lengkap atau tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Jadi adakan juga pemeriksaan silang, bila dibutuhkan.
8. Bila anda memilih CMS komersial, perhatikan bahwa anda membeli lisensi yang sesuai dengan kondisi organisasi anda. Tidak kurang dan tidak pula berlebihan. Pergunakanlah pelayanan purna jual dari penyedia CMS anda sebaik mungkin, karena dengan demikian biaya yang telah anda keluarkan dapat berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh. Mintalah selalu garansi terhadap produk yang dibeli.
9. Bila anda memilih untuk menggunakan CMS Open Source, perlu disadari bahwa untuk jenis CMS yang satu ini tidak menyediakan pelayanan purna jual seperti halnya CMS komersial. Jadi setiap kali ada permasalahan dalam implementasinya, anda diharapkan dapat mencari jalan keluarnya sendiri. Atau dengan mengunjungi berbagai forum yang telah disediakan. Singkat kata, untuk menggunakan CMS Open Source terkadang membutuhkan usaha lebih keras dan memakan waktu yang banyak. Tapi semuanya dikembalikan kepada anda sendiri sebagai pengguna.
10. Setelah CMS terimplementasi dengan baik, usahakanlah secara periodik memperbaharui software CMS yang anda pakai, dengan demikian dapat menjamin kemutakhiran software dan anda dapat menikmati semua feature yang ditawarkan dengan baik.
Kiprah Wanusa di Sijunjung
Meskipun tanpa , ada perhatian dan bantuan dari Pemkab Swl-Sijunjung, Wahana Nusantara Adventurur, secara rutinitas tetap sibuk dalam penelitian kekayaan sumber daya alam, terutama spesies angrek alam Swl-Sijunjung, yang hanya bermodalkan kemauan keras, ketukan hati nurani sebagai penyelamat lingkungan, patut di acungi jempol kiprahnya, setiap Minggu tetap eksis menjalankan aktifitasnya didalam misi penelitian.
Demikian komentar Ketua LSM Lembaga Pengawas Pemberdayaan Kependudukan Indipendent ( LP3I ) Swl-Sijunjung Zulkarnaen dan Ketua LSM FORKEB Swl-Sijunjung Fajar Septrian SE. Salah Satu Kelompok Pecinta Alam (KPA) Wahana Nusantara Adventurir (WANUSA) di Kab Swl-Sijunjung sampai sekarang tetap menjalankan aktifitasnya didalam penelitian sumber daya alam, terutama spesies anggrek alam, yang tampaknya masih dilakukan survei penelitian dalam setiap minggu. Penelitian yang ....dilaksanakan Minggu ( 27/5) di atas bukit Nalau Loguang Jorong Tanggalo Nagari Air Hangat 20 Km dari kota Muaro Sijunjung ibu kota Kab Swl-Sijunjung. Kawasan hutan di Nagari Air Hangat 2571.4 ha, kebanyakan hutan di daerah pegunungan.
Areal wisata dan olahraga 534,31 ha. Di nagari Air Hangat telah diketemukan berbagai jenis spesies anggrek Dendrobium, Palainopsis Mani’I Corna Cervi, Palainopses lainnya, blomodium , Glymbidium dan berbagai jenis tumbuhan lumut yang tumbuh di tebing berbatuan sangat terjal dan perlu pengalaman, keberanian, perhitungan yang tepat, ketahanan visik untuk melakukan penelitian. Di atas bukit Ngalau Loguang yang termasuk dalam kawasan hutan Konsesvasi SA Pangaian I, banyak tumbuh spesies anggrek yang belum diketahui jenis spesiesnya bahkan telah diketemukan tanaman untuk obat jenis herbal sarang semut Hydnophytum formicarum dan Myrmecotia tuberose sebagai obat alternatif yang konon bisa mengobati berbagai jenis penyakit kronis yang sudah menahun dimuat di majalah TRUBUS EDISI No. 440 Juli-2006 ).
Penelitian yang langsung diketuai oleh Ketua WANUSA Priyo Laksono, Sekretaris Paldi Mahendra SH serta salah satu anggota Andwi Prima Valentine, Dicky Tri Agusman, dan Eky Marizal Putra, naik ke puncak bukit Ngalau Loguang. Sekitar pukul 13.20 Wib, medan yang sangat sulit dan beresiko tinggi tak bikin ciut nyali para peneliti. Andaikata para peneliti salahsatunya ada yang ceroboh dan jatuh, akibatnya fatal sekali, nyawa adalah taruhannya. Maka memang harus extra hati-hati. Dengan susah payah dan kesulitan yang tinggi bisa diatasi serta dengan perjuangan yang gigih akhirnya sampai di puncak bukit Ngalau Loguang dengan ketingggian kurang lebih 800 dpl. Selain semak belukarnya berduri, tumbuhan rotan yang berserakan didepan mata terpaksa harus merintis jalan setapak, syukur allhamdulillah sampai di puncak bukit melakukan penelitian lancar. Udara dipuncak bukit kelembabannya memang sangat tinggi diiringi angin gunung sepoi-sepoi menerpa tanda ucapan selamat datang, menambah dinginnya suasana. Apalagi dengan turunnya hujan gerimis, batu-batu terjal yang harus dilalui sangat licin sekali, seperti memberikan isyarat secara naluriah agar hati-hati. Dari keberadaan puncak ketingggian bukit Ngalau Loguang sempat di dokumentasikan sebagai kalender kegiatan, yang rencana dari hasil penelitian spesies anggrek alam ini akan dilahirkan dalam suatu buku catalogue, bersamaan penyusunan buku etnografi situs cagar budaya yang ada di Kab Swl-Sijunjung. Sekitar pukul 16.30 WIB baru mulai turun dari puncak bukit menyelesaikan penelitian.
Perlahan-lahan tapi pasti menuruni puncak bukit demi mengutamakan keselamatan , allhamdulillah sekitar pukul 17.30 WIb baru sampai ke dasar bukit, semua anggota berobah penampilan persis seperti suku Talang Mamak turun dari gunung, lusuh dan sangat kumal sekali, namun telah mereguk kepuasan bisa menaklukkan sulitnya medan ke puncak bukit Ngalau Loguang, kemudian berdoa sejenak mengucapkan syukur kepada Allah SWT, bahwa hari ini melakukan misi penelitian tidak ada kendala. Usai berdo’a bersama lalu membasuh muka di pemandian yang airnya begitu dingin yang berasal dari mata air pegunungan. Pemandian ini keberadaannya masih di komplek obyek wisata Ngalau Loguang dengan panjang 7 km. Ini salah satu asset Nagari Air Hangat yang juga kaya obyek wisata adventure.
Untuk Minggu terakhir bulan Mei 2007 kalau tidak ada kendala, direncanakan akan melakukan penelitian flora di kawasan Rimbo Larangan Nagari Paru Kec Sijunjung 36 Km dari kota Muaro Sijunjung. Demikian keterangan Sekretaris WANUSA Paldi Mahendra SH mewakili Ketua WANUSA Priyo Laksono beserta anggota Senin (28/5) di Muaro Sijunjung. Masih dalam keterangan Paldi Mahendra, keberadaan WANUSA asal mulanya didirikan oleh perintis Lingkungan Hidup Priyo Laksono sekitar tahun 2003, sebagai perintis lingkungan ditekuni sejak 1982 di Swl-Sijunjung. Meskipun WANUSA baru 5 tahun berjalan kiprahnya telah mulai tampak, berbagai jenis spesies anggrek berhasil di budi dayakan, baik di daerah Datar Kapuak maupun di belakang rumah Mak Podo dekat Pintu Gerbang menuju Hotel Bukit Gadang Muaro Sijunjung sebagai cabang dari Patricia Nursery yang berlokasi di Datar Kapok Muaro Sijunjung. Saya tetap optimis kedepan nanti anggrek alam dari Swl-Sijunjung bisa sebagai cendera mata baik para pejabat datang dari pusat maupun turis domestic & manca Negara yang mengunjungi pesona alam ranah Lansek Manih, karena anggrek alam dari Sijunjung sudah - beberapa kali mengikuti pameran anggrek tingkat nasional, bahkan pada bulan April lalu Ibu Wiwik Marlis Rahman Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia ( PAI ) Sumbar mengikuti pameran anggrek di Jakarta yang di ketuai ibu Wapres Yusuf Kalla termasuk anggrek alam dari Sijunjung, satu satunya primadona Swl-Sijunjung menurut keterangan Ketua WANUSA Priyo Laksono adalah spesies anggrek Vanda Sumantranda, selain bunganya mempunyai keunikan tersendiri, kuntum bunganya bila mekar bisa tahan lama dengan warna cokelat kekuning-kuningan, baunya harum, wanginya sangat aduhaiii menebar pesona, inilah salah satu kekayaan yang diciptakan oleh Allah kepada umatnya agar dirawat dan dilestarikan.
Sebagai kepeduliannya didalam kelestarian hidup ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat ini dengan kesadaran hati tanpa ujung-ujungnya ada udang di balik batu, sudah kewajiban kita melestarikan lingkungan bukan merusak lingkungan. Adapun keberhasilan itu nanti, kita bisa memakai pepatah dari Jawa yaitu “Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe “, artinya didalam menekuni pekerjaan dan perbuatan itu betul-betul sungguh-sungguh, jangan ada maksud secara individuality hanya untuk prestise dan komersialisasi saja, papar Paldi Mahendra.
Wakil Temu Wicara WalHi
Monday, October 6, 2008
SMA N 1 Sijunjung Best School
Lingkungan sekolah adalah sebagai wadah dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kemampuan dan kreatifitas sehingga menuntut kita untuk melakukan kegiatan positif agar dapat mengaplikasikan ilmu dan kretivitas tersebut, sehingga menciptakan para generasi muda yang mempunyai pendidikan yang layak dan memiliki Iptek yang lebih mendalam serta berwawasan luas.
Perkembangan yang semakin pesat di Era Globalisasi menuntut kita untuk mempersiapkan SDM yang memiliki daya intelektual dan kreatifitas yang tinggi tanpa meninggalkan tata krama dan norma yang berlaku di Negara kita, Kemajuan di segala bidang berkembang pesat sesuai berjalannya waktu, terutama di bidang pendidikan dan teknologi .
SMANSASI adalah singkatan dari SMA Negeri 1 Sijunjung, Sumbar, yang terletak strategis ditengah tengah Kota Sijunjung tepatnya di Jalan Muhammad Syafe’i No 2 Muaro Sijunjung. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sijunjung merupakan satu-satunya sekolah unggul di daerah ini. Resmi menjadi Sekolah Negeri pada tanggal 20 Febuari 1982, semenjak saat itu pula lah SMAN 1 mulai berkembang perlahan lahan sampai sekarang dan menginjak usia lebih dari seperempat abad yaitu 26 tahun. Di usia yang sudah berkepala dua ini SMAN 1 telah banyak mengukir prestasi dan berkembang sangat signifikan , apalagi semenjak di kepalai oleh Syafruddin, S.pd MM yang baru menjabat awal tahun ajaran 2007 kemaren, dari pertama menjabat kinerja beliau bisa dibilang ”Cumlaude” , mulai dari ”menyulap” konstruksi sekolah, penambahan beberapa peralatan multimedia sekolah, sampai kepada pembenahan guru-guru yang benar benar sudah berpengalaman di bidangnya.
Alhasil Pada tahun ajaran 2007/2008 ini, siswa kelas XII SMA 1 yang mengikuti UN, berjumlah 222 orang. Program studi IPA 98 dan IPS 124. Alhamdulillah siswa IPA lulus 100 porsen, sementara program IPS tidak lulus tujuh orang, Dengan porsentase lulus 97 secara keseluruhan, SMA 1 menempati posisi pertama di Kabupaten Sijunjung pada UN tahun ajaran 2007/2008 ini. Selain menempati posisi pertama, sesuai hasil rekapitulasi kelulusan siswa SLTA se-Kabupaten Sijunjung, 10 siswa yang meraih nilai tertinggi di Kabupaten Sijunjung, adalah siswa SMA 1. serta siswa Rahmi Gustiah Putri dari kelas XII IA 3, meraih nilai 10 pada mata belajaran biologi Tidak hanya itu seorang majelis gurunya, Hasmi Gustin Roza, S. Pd, terpilih sebagai guru berprestasi pertama di Kabupaten Sijunjung Dan guru terbaik pertama dari 367 guru SLTA di Kabupaten Sijunjung, pada tahun 2008 ini. Atas keberhasilan itu, guru yang mengajar bidang studi matematika ini, menerima piagam penghargaan dari Bupati Darius Apan dan tabanas dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung.
Seiring dengan itu pula, seorang guru biologi SMA ini, Afrida Laili, S. Pd, juga terpilih untuk magang ke Australia bersama 18 guru matematika, biologi, fisika dan guru kimia dari berbagai SMA di Sumbar.
Pada tahun ajaran 2008/2009 ini, menerima 94 siswa baru untuk empat rombongan belajar (Rombel).
Untuk mengisi formasi tersebut, panitia penerimaan siswa baru SMAN 1 Sijunjung, hanya menerima pendaftar dari sekolah di Kabupaten Sijunjung dengan nilai Ujian Nasional 27,00, sedangkan mereka yang mendaftar dari luar Kabupaten Sijunjung dengan nilai 31,00, Seleksi ini dilaksanakan oleh tim khusus dari Universitas Negeri Padang (UNP) sama dengan tahun lalu, sehingga bisa mendapatkan siswa yang benar – benar dapat meraih prestasi.
Meski yang diterima hanya 94 orang, namun siswa yang melamar jumlahnya mencapai 165 orang, dari 94siswa yang diterima, 24 orang akan diseleksi untuk mengikuti proses belajar mengajar pada kelas internasional yang mengacu kepada Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).
Dengan terbentuknya kelas internasional pada Rombel kelas 10, berarti di SMA 1 sudah terdapat dua kelas internasional, karena untuk Rombel kelas 11, telah lebih dulu dibentuk.
Sebagaimana pada Rombel kelas 11, kelas internasional pada kelas 10 juga akan dipasang karpet serta dilengkapi dengan AC, LCD, cece TV dan kamera kontrol.
